Logo Datakita.co

Munafri Siapkan Tambahan Rombel dan Skema Sekolah Swasta, Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah di Makassar

Fadli
Fadli

Rabu, 09 Juli 2025 16:09

Walikota Makassar Munafri Arifuddin.
Walikota Makassar Munafri Arifuddin.

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Ribuan calon peserta didik jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Makassar terancam tidak tertampung di sekolah negeri akibat membludaknya pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

Berdasarkan data dari laman resmi spmb.makassarkota.go.id, jumlah pendaftar jalur domisili jenjang SMP tercatat sebanyak 11.563 siswa, sementara kuota yang tersedia hanya 6.698. Artinya, terdapat sekitar 4.865 pendaftar yang belum tertampung.

Menanggapi hal ini, Walikota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak di Makassar yang gagal mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Tidak boleh ada anak di Makassar yang tidak sekolah. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi tanggung jawab moral dan konstitusional,” tegas Munafri, Selasa (9/7/2025).

Sebagai solusi jangka pendek, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan penambahan rombongan belajar (rombel) dengan menambah sekitar lima hingga delapan siswa per kelas.

“Kalau ini bisa diterapkan secara merata, kita bisa kurangi secara signifikan jumlah anak yang belum tertampung,” ujar Munafri.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa penambahan rombel tetap harus melewati prosedur resmi agar tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Selain memperluas daya tampung sekolah negeri, Pemkot Makassar juga menjajaki skema kerja sama dengan sekolah swasta untuk menampung siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu. Sekolah-sekolah swasta seperti Sekolah Bosowa disebut siap menjadi mitra.

“Kita akan bangun komunikasi intensif dengan sekolah-sekolah swasta. Bahkan kita siapkan skema subsidi atau titipan, khusus untuk anak-anak yang benar-benar tidak mampu,” kata Munafri.

Ia mencontohkan skema bantuan pendidikan penuh di sekolah swasta, termasuk subsidi biaya pendidikan untuk lima hingga sepuluh siswa per sekolah mitra. “Kita bantu sampai tamat SMP,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka menengah, Pemkot juga akan membangun ruang kelas baru di wilayah yang belum memiliki SMP negeri. Program ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Penambahan ruang kelas harus jadi prioritas, terutama di kecamatan atau kelurahan yang belum memiliki SMP negeri,” ujar Munafri.

Dengan berbagai langkah konkret ini, Pemkot Makassar menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak pendidikan seluruh anak di kota ini. Munafri menegaskan, penyediaan akses pendidikan bukan hanya soal kebijakan, tapi amanah moral yang wajib dipenuhi oleh negara.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR18 Mei 2026 22:53
Lapak PKL di Tallo Ditertibkan, Jalan Sunu Disiapkan Jadi Solusi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kecamatan Tallo, Kota Makassar, kembali melaksanakan penertiban terhadap lapak pedagang kaki lima (PKL) yang ...
OLAHRAGA18 Mei 2026 19:32
Muhammadiyah Games 2026: Widya Daniati Sumbang Dua Perak Panahan untuk Unismuh Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.COM – Atlet panahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Widya Daniati, meraih dua medali perak pada 1st Muhammadiyah...
MAKASSAR18 Mei 2026 18:20
Munafri: ASN Pemkot Harus Punya Karya, Literasi Jadi Fondasi Masa Depan Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi dan pengembangan perpustak...
PEMERINTAHAN17 Mei 2026 20:27
Pelatihan Vokasi Batch 2 Dibuka 19 Mei, Kuota 30 Ribu Peserta, Gratis dan Bersertifikat BNSP
JAKARTA, DATAKITA.CO – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2 dengan kuota 30 ribu ...