Logo Datakita.co

Mentan SYL Berharap Kurikulum Teknologi Pertanian Diterapkan di Universitas

Fadli
Fadli

Senin, 30 November 2020 13:51

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (tengah) saat meninjau dua gudang pupuk di Kabupaten Indramayu. ANTARA/Khaerul Izan.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (tengah) saat meninjau dua gudang pupuk di Kabupaten Indramayu. ANTARA/Khaerul Izan.

JAKARTA, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berharap kurikulum terkait inovasi dan teknologi pertanian baik di sekolah maupun perguruan tinggi dapat diterapkan sebagai pendekatan baru di dunia pendidikan.

Menurut SYL, bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia sebesar 40 persen harus dapat dimanfaatkan dengan intervensi teknologi pertanian, baik di sekolah pertanian maupun fakultas perguruan tinggi.

“Tapi apakah perguruan tinggi fakultas pertanian itu dengan pendekatan baru, apakah sudah sampai dengan ‘artificial intelligence’, mengendalikan dari ‘internet of things’. Sudah masuk tidak di kurikulum? Saya akan terapkan itu tahun depan, saya coba intervensi dengan kerja sama perguruan tinggi,” kata Mentan SYL dalam webinar yang diselenggarakan INDEF secara virtual, Senin.

Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini menjelaskan bahwa teknologi dalam pertanian tidak bisa diabaikan karena sektor yang menjadi penopang perekonomian saat pandemi ini, seharusnya tidak lagi mengandalkan prakiraan cuaca.

Menurut dia, penggunaan citra satelit yang didukung dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dapat mendukung produktivitas pertanian.

Senada dengan itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bustanul Arifin memaparkan bahwa data “total factor productivity (TFP)” pertanian cenderung lebih rendah dibandingkan TFP ekonomi secara keseluruhan.

Berdasarkan studi, pertumbuhan TFP pertanian bernilai negatif sejak 2011, yang berarti terjadi penurunan produktivitas pertanian, salah satunya karena kurangnya penggunaan teknologi terkini.

“Kita punya ‘problem’ dalam mendorong produktivitas pertanian karena penggunaan teknologi kita lamban, kalaupun ada inovasinya belum banyak terserap dan teraktualisasi dalam konteks pertumbuhan ekonomi,” kata Bustanul.

Oleh karena itu, Bustanil mengharapkan agar Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian dapat melakukan terobosan untuk perkembangan teknologi, guna mewujudkan kedaulatan pangan. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR01 Mei 2026 11:18
Pemprov Sulsel Hadiri Paripurna DPRD, Laporan Reses Jadi Bahan Perencanaan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Kamis, 30 April 2026....
MAKASSAR01 Mei 2026 11:11
May Day 2026, Munafri-Aliyah Ramaikan Fun Walk Serikat Buruh dan Pekerja
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Makassar berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan...
PEMERINTAHAN30 April 2026 22:41
Menaker Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya
JAKARTA, DATAKITA.CO – Menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, pemerintah memperkuat perlindungan dan kepastian hukum bagi peke...
MAKASSAR30 April 2026 14:13
Walikota Makassar Terima Panitia MTQ KORPRI 2026, Pembukaan Direncanakan di Lapangan Karebosi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin menerima kunjungan Tim Panitia Daerah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) KORPRI Tahun ...