Logo Datakita.co

‘GulaNa Professor’ Sudah Layak Diekspor

Fadli
Fadli

Jumat, 25 Desember 2020 22:12

‘GulaNa Professor’ Sudah Layak Diekspor

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menerima pimpinan dan rombongan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sepakat, Desa Kaladi, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, didampingi Anggota DPRD Sulsel asal Luwu, Fadriaty Asmaun.

Kelompok tani hutan ini memproduksi gula semut.

Kepala Desa Kaladi Darussalam, Sukardi, menjelaskan, warga desanya telah lama memproduksi jenis gula ini. Hanya, memang masih dipasarkan secara terbatas. Terdapat 50 orang pembuat gula merah.

“Cuma tadi untuk gula semut masih susah dipasarkan. Untuk itu, kami menghadap Pak Gubernur bagaimana jalan keluarnya agar bisa dipasarkan. Produksinya per hari untuk 5 orang bisa 50 Kg. Kalau 10 orang bisa sampai 1 ton dalam 1 bulan,” jelasnya, Kamis (24/12).

Sementara itu. Gubernur Sulsel menilai kualitas gula ini telah layak untuk dipasarkan lebih luas, bahkan hingga ekspor.

“Saya suka sekali gula dan desain kemasannya, pemilihan warnanya juga bagus. Saya senang sekali dengan produk UMKM,” kata Nurdin Abdullah, usai melihat dan mencicipi gula tersebut.

Ia menyebutkan pemasaran akan dibantu, termasuk dengan dukungan dari Dinas Perdagangan Sulsel.

“Saya sarankan jika diproduksi lebih besar lagi, agar mutu kualitas tetap dijaga. Karena kelemahan kita, susah menjaga kualitas. Makanya harus standar, apalagi kalau mau dipasarkan keluar. Kalau mau di rest area, juga bisa dipasarkan,” ujar Nurdin.

Nurdin menambahkan Pemprov Sulsel selalu mendukung produksi dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

“Kita senantiasa terus mendukung hasil produksi UKM agar semakin banyak, demikian juga dengan kualitasnya semakin meningkat. Melalui pembinaan, termasuk bantuan untuk pasca produksi, seperti pemasaran,” tutupnya.

Sementara itu, pendamping Kehutanan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ismail Ishak, menyampaikan, untuk brand atau merek sendiri dengan nama GulaNa Professor yang dipakai memiliki unsur kearifan lokal.

“Kita mengangkat brand sendiri dengan nama GulaNa Professor, bahwa nama “gulana” berasal dari bahasa Luwu. Sedangkan penggunaan kata “professor” merujuk kepada Nurdin Abdullah, yang dianggap sebagai pimpinan daerah yang peduli pada UMKM,” ucapnya.

Ia berharap Pemprov Sulsel bersama Pemkab Luwu dapat mensupport sebab yang tidak kalah penting dengan adanya usaha seperti ini bisa membuat masyarakat melakukan rehabilitasi kerusakan hutan.

“Sebagai pendamping saya berharap produk UMKM ini disupport oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Luwu. Sebab yang tidak kalah penting dengan adanya usaha seperti ini bisa membuat masyarakat melakukan rehabilitasi kerusakan hutan. Karena jujur di Kaladi ini hutannya seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur, hutan sudah banyak yang hilang,” harapnya.

Ismail juga mengaku pada pertemuan ini gubernur menyarankan agar terdapat barcode pada kemasan produk.

“Tadi gubernur sampaikan terkait (bantuan) peralatan produksi gula ini. Kedua, masalah pemasaran termasuk peluang untuk diekspor. Baik itu tingkat lokal dan nasional. Karena dari kualitas kemasan dan gula sudah pas,” pungkasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR13 Mei 2026 16:25
Wamenhan Apresiasi Langkah Gubernur Sulsel Jadi Pelopor Komcad ASN
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan Taufanto, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selat...
MAKASSAR13 Mei 2026 15:24
Appi: Ekonomi Sirkular Bergerak di Makassar, Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan rasa optimisme terhadap kolaborasi pemberdayaan masyarakat yang digagas K...
BERITA13 Mei 2026 13:25
Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Amran Kunjungi Kendari dan Salurkan Bantuan
KENDARI, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyalu...
MAKASSAR12 Mei 2026 23:40
Gandeng Sekolah, Melinda Aksa Dorong Siswa Jadi Agen Edukasi Lingkungan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar melalui Pokja III terus memperkuat edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui ...