Logo Datakita.co

Kunjungi Pulau Sabutung, Fatmawati Pastikan Pembangunan Kepulauan Lebih Merata

Fadli
Fadli

Jumat, 26 Juni 2026 14:56

Kunjungi Pulau Sabutung, Fatmawati Pastikan Pembangunan Kepulauan Lebih Merata

PANGKEP, DATAKITA.CO – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengunjungi Pulau Sabutung, Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kamis (25/6/2026), untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat kepulauan.

Kunjungan kerja tersebut diisi dengan sejumlah agenda pelayanan publik, mulai dari layanan kesehatan, sunatan massal, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sosialisasi perlindungan perempuan dan anak.

Pulau Sabutung merupakan salah satu wilayah kepulauan di Kabupaten Pangkep yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan usaha berbasis sumber daya kelautan. Karena itu, penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus pembangunan yang terus didorong pemerintah.

Setibanya di Pulau Sabutung, Fatmawati mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang menyambut kedatangannya. Ia berdialog dengan warga dan meninjau sejumlah kegiatan pelayanan yang digelar dalam kunjungan tersebut.

Menurut dia, kehadiran pemerintah di wilayah kepulauan penting untuk memastikan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pelaksanaan kegiatan ini memang sengaja kita laksanakan di pulau karena peruntukannya untuk masyarakat pulau. Kita ingin hadir langsung menyapa masyarakat sekaligus melihat kondisi dan kebutuhan yang ada,” ujar Fatmawati.

Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati didampingi sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta Dinas Pariwisata Sulsel.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan UMKM masyarakat pesisir dan kepulauan. Pemprov Sulsel menyerahkan bantuan alat pembuat ikan asap kemasan dan peralatan pengolahan nugget kepada kelompok masyarakat penerima manfaat.

Sebanyak 30 kelompok menerima pelatihan pengolahan ikan asap, sementara 30 kelompok lainnya memperoleh bantuan peralatan pengolahan nugget sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan yang menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat.

Fatmawati mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong UMKM kepulauan agar berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Menurutnya, pelaku usaha perlu didorong memenuhi berbagai persyaratan usaha, mulai dari izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, hingga peningkatan kualitas kemasan produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia menargetkan produk unggulan masyarakat Pulau Sabutung, seperti ikan asap dan nugget olahan hasil laut, dapat dikenal lebih luas serta masuk ke pasar modern dan platform pemasaran digital.

Pemprov Sulsel menilai penguatan UMKM kepulauan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas akses produk lokal ke pasar yang lebih kompetitif.

“Kita tidak ingin hanya memberikan bantuan. Yang kita harapkan adalah UMKM naik kelas, produknya dikenal lebih luas, dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi keluarga,” kata Fatmawati.

Selain sektor ekonomi, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau pelayanan kesehatan masyarakat. Fatmawati bersama Kepala Dinas Kesehatan Sulsel mengunjungi fasilitas kesehatan setempat dan berdialog dengan tenaga kesehatan maupun warga.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan harus memperoleh kualitas pelayanan kesehatan yang setara dengan masyarakat di wilayah perkotaan.

Selain layanan kesehatan, akses terhadap pelayanan dasar lainnya juga menjadi perhatian pemerintah dalam upaya mengurangi kesenjangan layanan antara wilayah kepulauan dan daratan.

Di bidang sosial, Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Pemerintah Kabupaten Pangkep menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak berhadapan dengan hukum, serta pencegahan perkawinan usia anak.

Dalam arahannya, Fatmawati mengajak masyarakat membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan ekonomi rumah tangga.

Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam urusan domestik, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui berbagai aktivitas produktif dan usaha ekonomi.

“Kita berharap mulai dari Pulau Sabutung tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta tidak ada lagi pernikahan dini,” tegasnya.

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur Sulsel ke wilayah kepulauan tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung pemerintah provinsi menunjukkan perhatian terhadap masyarakat pulau yang selama ini menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh layanan dasar.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pangkep dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus diperkuat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat kepulauan, mulai dari layanan kesehatan, akses air bersih, infrastruktur dasar, hingga pemberdayaan ekonomi.

“Kami berharap berbagai kebutuhan dasar masyarakat kepulauan dapat terus menjadi perhatian bersama sehingga pembangunan yang dirasakan masyarakat daratan juga bisa dirasakan oleh masyarakat pulau,” ujar Yusran.

Kepala Desa Mattiro Kanja, Musakkir, mengungkapkan antusiasme masyarakat menyambut kunjungan Wakil Gubernur Sulsel. Menurut dia, warga tidak hanya berasal dari Pulau Sabutung, tetapi juga datang dari sejumlah pulau tetangga seperti Kulambing, Bangko-Bangkoang, Satando, Sapuli, dan Saugi.

Ia menyampaikan rasa syukur atas berbagai program yang dibawa Pemerintah Provinsi Sulsel, mulai dari sunatan massal, sosialisasi pencegahan perkawinan anak, hingga bantuan pemberdayaan UMKM.

Bagi masyarakat Pulau Sabutung, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran langsung pemerintah di wilayah kepulauan memberi harapan bahwa kebutuhan masyarakat pulau, mulai dari layanan dasar hingga penguatan ekonomi, akan terus menjadi perhatian dalam pembangunan Sulawesi Selatan. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR26 Juni 2026 08:39
Anak Panti Asuhan di Makassar Akan Miliki Wali Sah Secara Hukum, Sidang Terpadu Digelar Agustus
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar bersama Pengadilan Agama Kelas IA Makassar akan melaksanakan program penetapan perwalian bagi a...
MAKASSAR25 Juni 2026 08:32
Fatmawati Rusdi Buka Business Forum IGS 2026, Tawarkan Potensi Investasi Sulsel kepada Delegasi 28 Negara
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Delegasi dari 28 negara menjajaki peluang investasi dan perdagangan di Sulawesi Selatan dalam Business Forum Indonesia G...
MAKASSAR24 Juni 2026 21:42
Makassar Perkenalkan Stadion Untia ke Investor Internasional dalam Forum Bisnis IGS 2026
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan momentum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 untuk memperkenalkan sekaligu...
MAKASSAR24 Juni 2026 16:34
Perkuat Sinergi Daerah di Sulsel 23 Kabupaten/Kota Hadir Dalam Forum Bisnis Investasi IGS 2026
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Indonesia Gastronodiplomacy Series (IGS) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi investasi Kota Makassar tetapi juga menjadi ...