Logo Datakita.co

Tokoh Toraja Minta Polisi Tangkap Pelaku Penyerangan Rumah Litha Brent

Aditya
Aditya

Minggu, 16 Oktober 2022 13:15

Kondisi rumah Litha Brent usai diserang, Jl Gunung Merapi, Sabtu (15/10/2022).
Kondisi rumah Litha Brent usai diserang, Jl Gunung Merapi, Sabtu (15/10/2022).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Terkait penyerangan rumah Litha Brent, membuat tokoh Toraja Irjen Pol (Purn) Drs Frederik Kalalembang sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IKaTNUS) angkat bicara.

Dihubungi Via telepon sellulernya, ia meminta masyarakat tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kepada pihak kepolisian.

Pasalnya penyerangan rumah Litha Brent di Jalan Gunung Merapi Makassar, Sabtu (15/10/2022), itu tentunya akan menjadi perhatian penuh kepolisian untuk membasmi segala bentuk tindakan premanisme.

Frederik berharap pelaku segera ditangkap dan sekaligus diproses hukum sehingga akan ketahuan apa motif penyerangan dan pengrusakan di rumah Litha Brent yang merupakan Ketua Kombongan Toraja di Makassar.

Diharapkan pula, polisi bisa menyeret otak dibalik pengrusakan sehingga mereka tidak seenaknya melakukan perbuatan yang sangat tidak terpuji.

“Saya sangat yakin Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs Nana Sudjana tidak akan membiarkan premanisme berbuat seenaknya diwilayah jajarannya Polda Sulsel,” jelas Frederik, Minggu (16/10/2022).

Sementra itu, Kuasa Hukum dari Brent Litha, Frans Lading menyampaikan bahwa preman yang sudah dipersiapkan dari awal harusnya tidak berbuat anarkis. Soalnya proses hukum sudah ditangani Polrestabes Makassar karena beberapa hari sebelum kejadian pihaknya sudah melapor.

Untuk diketahui, kasus diawali dengan pengrusakan rumah di sebelah kediaman Litha Brent dimana pemilik Bakso Ati Raja mengklaim jika rumah tersebut adalah milik mereka.

“Rumah yang dibongkar itu pernah dipolice line karena klien kami Litha Brent pernah dilaporkan penyerobotan oleh pihak Ati Raja namun klien kami mengajukan praperadilan dan dinyatakan Penyidik harus mengeluarkan SP3,” ujarnya.

Setelah penyidik mengeluarkan SP3, sambungnya, Police line dibuka, setelah dibuka masuklah oknum-oknum orang yang diduga orang suruhan.

Dikatakab pula, rumah sudah dikuasai Brent, tetapi malah preman dan sejumlah tukang masuk merusak dan membongkar rata dengan tanah. Bahkan merusak rumah tetangga akibat dari pembongkaran tanpa seijin pemilik rumah. (*)

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN27 Juni 2026 11:36
Tim PKM Unismuh Petakan Sampah Plastik di Pantai Anging Mammiri
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memulai pemetaan timbulan sam...
MAKASSAR26 Juni 2026 22:48
Munafri Lantik 153 Imam Kelurahan, Akan Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berkomitmen untuk terus meningkatkan ...
DAERAH26 Juni 2026 14:56
Kunjungi Pulau Sabutung, Fatmawati Pastikan Pembangunan Kepulauan Lebih Merata
PANGKEP, DATAKITA.CO – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengunjungi Pulau Sabutung, Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tupabbi...
MAKASSAR26 Juni 2026 08:39
Anak Panti Asuhan di Makassar Akan Miliki Wali Sah Secara Hukum, Sidang Terpadu Digelar Agustus
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar bersama Pengadilan Agama Kelas IA Makassar akan melaksanakan program penetapan perwalian bagi a...