Logo Datakita.co

Tips Menghindari Perceraian di Tengah Pandemi: Saling Mendengarkan

Fadli
Fadli

Jumat, 06 November 2020 22:56

Ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar. (int)
Ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar. (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Sebagian pasangan suami-istri merasa hubungannya menjadi lebih erat selama pandemi COVID-19, namun ada juga yang justru jadi sering bertengkar dan adu argumen karena tidak saling mendengarkan kebutuhan satu sama lain, dan jika dibiarkan bisa berakibat fatal hingga perceraian.

Kunci sukses langgengnya rumah tangga adalah saling mendengarkan, kata Co-founder dan psikolog dari rumah konsultasi Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima M.Psi.

Mendengarkan memang terkesan hal yang mudah, namun pada praktiknya seseorang hanya mendengarkan suara tanpa tahu maksud dari pesan yang disampaikan.

“Kita kan kadang-kadang berpikir kalau dengerin orang itu gampang tapi padahal yang masuk cuma suara doang. Pasangan belum selesai ngomong tapi kita sudah balas, ‘Tapi kan.. tapi kan..’,” kata Saskhya dalam bincang-bincang “Love in the Time of Corona”, Jumat (6/11/2020).

Saskhya mengatakan dalam berargumen setiap pasangan harus tahu apa yang ingin disampaikan dan tidak melebar pada topik lain atau masalah lama.

“Dalam berargumen kita selalu berpikir pasangan harus lebih dengar. Sebelum kita listen each other, kita harus punya self awareness dulu, kita tuh dalam kondisi emosi apa tidak saat mau berdiskusi. Kalau kita enggak bisa mendengarkan apa yang pasangan ingin sampaikan, segala sesuatu bisa terjadi,” ujar Saskhya, dikutip dari Antara.

Mengajak pasangan berdiskusi secara tiba-tiba juga bisa menciptakan kesan yang menakutkan, apalagi jika suami-istri hanya berkomunikasi jika terdapat masalah. Sangat penting untuk selalu berdiskusi dengan pasangan walau hanya membicarakan hal-hal kecil.

Saskhya juga mengatakan pemilihan waktu untuk berdiskusi sangat mempengaruhi emosi kedua pasangan.

“Misalnya abis WFH kan kepalanya masih ngebul, tiba-tiba kita bilang, ‘Aku mau ngomong’. Kita harus tahu juga waktu yang tepat, tempat yang tepat, kapan sih mungkin sambil makan snack, minum teh,” kata Saskhya.

“Terus pembiasaan, itu adalah sebuah kebiasaan bicara sama pasangan saat masalah terjadi, sehingga kalau ada kalimat ‘mau ngomong’ malah sesuatu yang mengerikan padahal kalau terbiasa itu akan jadi hal normal,” jelas Saskhya. (*)

 Komentar

 Terbaru

POLITIK02 Desember 2020 15:20
Elektabiltas Appi-Rahman Meroket, Danny-Fatma Nyungsep
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kota Makassar berpotensi besar dipimpin walikota baru, Munafri Arifuddin dan wakilnya Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman). ...
BERITA02 Desember 2020 14:58
Libur Akhir Tahun Dikurangi 3 Hari, Begini Penjelasan Pemerintah
JAKARTA, DATAKITA.CO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan u...
OLAHRAGA02 Desember 2020 09:45
Liga Champions: Liverpool ke 16 Besar, Madrid Kalah Lagi
DATAKITA.CO – Real Madrid kembal dikalahkan Shakhtar Donetsk, sedangkan Liverpool melaju ke babak 16 besar, dan Atletico Madrid memelihara peluang l...
OLAHRAGA02 Desember 2020 08:54
Liga Champions: Messi Diistirahatkan saat Barcelona ke Kandang Ferencvaros
DATAKITA.CO – Barcelona kembali mengistirahatkan megabintangnya Lionel Messi dalam kelanjutan Grup G Liga Champions kala melawat ke Hongaria men...