Logo Datakita.co



Kapolda Sulsel Minta Masyarakat Rayakan Malam Tahun Baru di Rumah Saja

Fadli
Fadli

Selasa, 28 Desember 2021 22:24

Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana meninjau vaksinasi massal di SMK 10 Makassar, Selasa (28/12/2021).
Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana meninjau vaksinasi massal di SMK 10 Makassar, Selasa (28/12/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana meminta untuk memperketat penjagaan aktivitas masyarakat pada perayaan pergantian tahun baru nanti. Seluruh aktivitas yang dapat memicu terjadinya kerumunan dilarang.

Hal itu mengacu pada instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pada Saat Natal 2021 dan Tahun baru 2022. Termasuk pencegahan penularan atau transmisi lokal varian Omicron di Sulawesi Selatan.

“Jadi memang ada beberapa hal yang harus kami kawal, tentunya dalam hal pandemi Covid 19. Apalagi varian Omicron yang sudah ada di Indonesia dimana penyebaran dan penularannya sangat cepat,” kata Nana pada wartawan, Selasa (28/12/2021).

“Kegiatan konvoi kami minta ditiadakan, arak-arakan, mercon atau pesta kembang api. Kemudian kegiatan lain, perayaan di hotel, kerumunan di alun-alun kita tiadakan. Sampai saat ini Polri tidak memberikan izin. Ini semua adalah untuk masyarakat kita,” tambahnya.

Kapolda mengatakan, jika mengacu pada perayaan tahun baru 2020 lalu, ada lonjakan kasus usai perayaan tahun baru. Hal itulah yang mendasari kenapa sejumlah kegiatan di pergantian tahun itu dibatasi dan dilarang.

Kapolda juga meminta agar masyarakat tetap di rumah saja. Merayakan pergantian tahun bersama keluarga dan tidak perlu keluar rumah.

“Kami akan mengawal pelaksanaan tahun baru sehingga tidak terjadi lagi seperti gelombang pertama awal tahun baru 2020. Kita berharap ke depan masyarakat semakin sehat, jangan kemudian menambah yang sudah landai, karena kita lalai, jadinya kendor kemudian terjadi gelombang ketiga,” ujarnya.

Menurutnya, terkait untuk penyekatan tidak akan dilakukan, akan tetapi dalam hal pembatasan tetap akan diterapkan, seperti di tempat rekreasi atau tempat wisata.

Jika dalam pelaksanaan tahun baru ditemukan ada pelanggaran seperti kerumunan maka akan ditindak secara persuasif. “Kita bubarkan,” katanya.

“Anggota kita dalam hal ini TNI-Polri, Pemda dalam hal ini Satpol PP akan mobile semuanya untuk masyarakat. Kita tidak mengharapkan masyarakat kembali sakit, ini (kondisi pandemi) sudah baik dapat kita kendalikan. Nanti kita terapkan untuk aplikasi peduli lindungi di setiap kegiatan masyarakat kita batasi 50 persen pengunjung,” tambahnya.

 Komentar

 Terbaru

BERITA11 Agustus 2022 18:39
Lantik Putri Dakka Jadi Ketua NasDem Luwu Utara, Rusdi Masse: Perempuan Tangguh yang Punya Keihlasan
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Putri Dakka resmi memimpin DPD Partai NasDem Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Pengusaha cantik asal Luwu Raya itu dilanti...
OLAHRAGA11 Agustus 2022 15:58
PSM Makassar Masuk Final AFC Cup 2022, Gubernur: Masyarakat Sulsel Bangga
MAKASSAR, DATAKITA.CO – PSM Makassar memberikan kado indah kepada Indonesia khususnya Sulsel menjelang 77 Tahun Kemerdekaan RI. PSM berhasil mas...
DAERAH10 Agustus 2022 18:58
Bupati Bantaeng Perkenalkan Produk Lokal Cokelat Sehat “Chocotua”
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Bupati Kabupaten Bantaeng, Ilham Syah Azikin memperkenalkan produk premium Industri Kecil Menengah (IKM) Chocotua dihapa...
BERITA10 Agustus 2022 17:05
Mendagri Puji Walikota Makassar Atas Keberhasilan Kendalikan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
PADANG, DATAKITA.CO – Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian menyebut nama Walikota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berkali-kali saat ...