Logo Datakita.co

Menkomdigi Meutya Hafid Bertemu Kepala BPOM, Ini yang Dibahas

Fadli
Fadli

Rabu, 08 Januari 2025 09:25

Menkomdigi Meutya Hafid Bertemu Kepala BPOM, Ini yang Dibahas

JAKARTA, DATAKITA.CO – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertemu dengan Kepala BPOM RI Taruna Ikrar. Pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penjualan online obat makanan berbahaya dan ilegal hingga kejahatan di ruang digital.

“Kami juga tadi menyampaikan bahwa Kemkomdigi memiliki sejumlah program prioritas yang diantaranya penjualan online bahan obat, makanan ilegal serta berbahaya. Kemudian yang kedua adalah ruang digital yang ramah yang tidak marak dengan kejahatan digital,” kata Meutya di gedung Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2025).

Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar mengatakan kunjungan ini sangat strategis untuk bisa sinergi kedua lembaga khususnya mendukung progtam BPOM, khususnya konten penjualan dan promosi pada media daring yang sangat murah, karena berbasis user generated content. Konten unggahan pada media daring dapat dibuat dan diunggah oleh pengguna secara gratis dan sukarela.

Hal tersebut mencerminkan bagian dari kebebasan ekspresi yang telah diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Namun sering kali, pengguna menyalahgunakan kebebasan tersebut untuk melakukan aktivitas jual beli tanpa memperhatikan kaidah-kaidah yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Program/fitur ‘live’ dalam PPMSE maupun PSE turut menjadi celah dalam memberikan tayangan promosi yang tidak sesuai dengan kaidah yang ada.

Tak hanya itu, beberapa PSE juga menjadi sarana promosi dan jual-beli, sedangkan sejatinya sarana PSE, terutama pada media sosial, hanya sebagai sarana berekspresi dan komunikasi semata.

Adanya celah tersebut kemudian diambil oleh oknum-oknum penjual produk obat dan makanan ilegal dan tidak memenuhi ketentuan untuk melakukan penjualan barang-barang tersebut baik menggunakan PPMSE hingga menggunakan PSE untuk mempromosikan obat dan makanan ilegal dan juga tidak memenuhi ketentuan tersebut.

Kondisi demikian dapat membahayakan kesehatan masyarakat, karena produk obat dan makanan ilegal dan tidak memenuhi ketentuan yang beredar secara bebas melalui daring tersebut, tidak dapat dipastikan keamanan, mutu, khasiat, zat gizi maupun kualitas produk tersebut, beber Taruna.

“Tadi juga disampaikan ke Bu Menteri betapa pentingnya konektivitas dan pemerataan. Pemerataan akses. Karena perlu kita sadari hari ini mau tidak mau, masalah komunikasi, perkembangan teknologi sudah sangat demikian pesat dan kita menyadari bahwa negara kita sangat luas,” kata Taruna Ikrar.

“Masih ada beberapa daerah yang memang perlu kita perkuat dari sisi pemanfaatan teknologi, jaringan-jaringan untuk pelayanan BPOM ke masyarakat,” ujarnya.

 Komentar

 Terbaru

DAERAH22 April 2026 17:05
Kementan Gaspol Tangani Hama Padi di Pinrang, 5.000 Hektare Diselamatkan
PINRANG, DATAKITA.CO – Kementerian Pertanian (Kementan) tancap gas mengendalikan serangan hama penggerek batang padi (PBP) di Kabupaten Pinrang,...
BERITA22 April 2026 14:07
Temui Menteri PU, Gubernur Andi Sudirman Dorong Percepatan Infrastruktur Sulsel
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan audiensi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggo...
MAKASSAR22 April 2026 12:18
Tak Mau Pasar Sentral Sepi, Appi Tiru Konsep Blok M untuk Hidupkan Ekonomi Makassar
JAKARTA, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar, menunjukkan komitmen serius dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan perdagangan melalui r...
MAKASSAR21 April 2026 23:28
Haris Abdurrahman Resmi Jadi Anggota DPRD Sulsel Lewat PAW, Jufri Rahman Tekankan Sinergi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Selatan di Ruang Rap...