MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus melakukan upaya pengendalian covid-19 hingga tingkat RT/RW di setiap kelurahan.

Bahkan, Walikota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menyatakan, dirinya tak segan-segan memberikan sanksi tegas ke pejabat yang tidak mendukung, termasuk lurah.
Danny menjelaskan, pihaknya sudah memerintahkan lurah dan hal ini menjadi asesment terakhir bagi mereka. Yakni, membawa atau memisahkan orang sakit dan orang sehat cukup 1 orang per hari di wilayah masing-masing setiap kelurahan untuk dibawa ke Isolasi Apung.
Baca Juga :
“Baru empat lurah yang melaksanakan ini. Memang lurah ini agak berat karena tidak mampu melakukan komunikasi dengan masyarakat,” ucap Danny, Minggu (22/8/2021).
Cara ini, sambung Danny, akan menjadi ajang seleksi untuk mencari pejabat lurah, termasuk camat.
“Kan, intinya lurah itu penguasa wilayah. Dia harus tahu orang per orang dan mampu berkomunikasi dengan semua orang termasuk menyakinkan orang per orang. Kalau tidak bisa, tidak usah jadi lurah,” tegasnya.
Danny mengatakan, kinerja lurah belum mampu komunikasi dengan masyarakat terkait pengendalian Covid-19 yang dilakukan pemerintah saat ini.
“Nama yang OTG atau terkonfirmasi kan sudah ada, kenapa tidak maksimalkan itu untuk perbaiki tracing,” ujar Danny.








Komentar