Logo Datakita.co

KAHMI Preneur Desak Manajemen BRI Dirombak, Ini Alasannya

Fadli
Fadli

Selasa, 24 Agustus 2021 00:41

Pengurus KAHMI Preneur Sulsel, Asdar Tukan.
Pengurus KAHMI Preneur Sulsel, Asdar Tukan.

MAKASSAR, DATAKITA.CO – KAHMI Preneur Sulawesi Selatan mendesak agar Menteri BUMN Erick Thohir mengevaluasi jajaran Direksi dan Komisaris Bank BRI karena dinilai gagal dalam mengendalikan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Perombakan manajemen bank pelat merah tersebut perlu dilakukan menyusul banyaknya KUR fiktif.

“Kasus KUR fiktif masih saja terjadi. Ini tidak hanya merugikan bank tersebut (BRI) tetapi juga merugikan masyarakat kita yang namanya dicatut oleh oknum-oknum tertentu,” kata pengurus KAHMI Preneur Sulsel, Asdar Tukan, dalam rilisnya, Senin (23/8/2021).

Asdar mencontohkan kasus yang terjadi di Kabupaten Pinrang yang menimpa ratusan warga setempat. Nama mereka masuk dalam catatan hitam (black list) Bank Indonesia karena identitasnya tercantum sebagai penerima KUR yang kemudian macet. Padahal, mereka ini tidak pernah menerima KUR dari BRI.

Yang terjadi adalah KTP mereka dipinjam oleh oknum-oknum tertentu yang kemudian digunakan untuk mengajukan kredit di bank.

Yang terjadi kemudian, para oknum tersebut yang menikmati dana KUR tersebut, sementara warga yang dicatut namanya harus tersandera sebagai debitur yang macet.

“Artinya manajemen perbankan ini (BRI) gagal dalam melakukan pengawasan sampai ke tingkat cabang sehingga para direksi dan komisaris sangat layak untuk dievaluasi. Termasuk kepala wilayah (Sulawesi Selatan) dan kepala cabang (Pinrang) harus bertanggung jawab,” kata Asdar.

Selain kasus di Pinrang, dalam catatan KAHMI Preneur KUR fiktif juga terjadi di Manado (Sulawesi Utara), Magelang (Jawa Tengah), dan Cibinong (Jawa Barat).

“Tentu masih banyak lagi kasus serupa di daerah lain. Ada yang sudah ditangani aparat kepolisian dan kejaksaan namun ada pula yang belum tersentuh oleh aparat penegak hukum,” jelas Asdar.

Terkait dengan hal tersebut, maka KAHMI Preneur mendesak Menteri BUMN mengevaluasi manajemen pusat hingga ke tingkat cabang BRI.

Aparat kepolisian dan kejaksaan yang sudah menangani kasus tersebut diminta bersikap tegas dengan menuntut hukuman yang maksimal kepada para pelaku sindikat KUR fiktif tersebut.

KAHMI Preneur juga meminta DPR RI ikut melakukan pengawasan terhadap penanganan kasus KUR fiktir ini agar tidak mudah dipermainkan.

“Itulah yang menjadi tuntutan kami dengan harapan kasus serupa bisa diminimalisir sehingga kerugian keuangan negara dan kerugian masyarakat awam tidak terulang lagi,” tutup Asdar.

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN28 September 2021 15:42
UIM Makassar Jalin Kerjasama dengan Pegadaian, Majdah: Saat Ini Era Kolaborasi dan Maju Bersama
JAKARTA, DATAKITA.CO — Lawatan Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) DR Ir Hj A Majdah M Zain MSi di Jakarta, dalam sehari telah melakukan penanda...
BERITA28 September 2021 15:17
Kapolda Nyatakan Perang Melawan Narkoba, 74,9 Kg Sabu dan 38.600 Butir Ekstasi Dimusnahkan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Polda Sulsel memusnahkan barang bukti narkoba, yang dilakukan di lapangan Mapolda Sulsel pada Selasa (28/9/2021). Pemusnahan...
DAERAH28 September 2021 14:42
Ayo Ikutan! 28 Oktober Digelar Vaksinas Gabungan Ojek Online di Gowa
GOWA, DATAKITA.CO – Pemerintah Kabupaten Gowa akan menyiapkan 1.000 dosis vaksin sebagai bentuk mendukung pelaksanaan Vaksinasi Gabungan Ojek On...
OLAHRAGA28 September 2021 12:02
Mahasiswi FK Unismuh Makassar Ikut Berlaga Cabang Catur di PON Papua
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Juwita Ardelia Sharfina, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unismuh Makassar menjadi salah satu atlit Kalimantan Timur caban...