Logo Datakita.co

Pemerintah Rencana Bentuk Holding Ultra Mikro, Pengamat: Jangan Terburu-buru

Fadli
Fadli

Sabtu, 13 Februari 2021 09:22

Mochammad Mirza
Mochammad Mirza

JAKARTA, DATAKITA.CO – Kementerian Keuangan membeberkan perihal pembentukan holding ultra mikro yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (persero), dan PT Pegadaian (persero).

Holding ultra mikro ini direncanakan akan terealisasi pada bulan Juli 2021 yang diharapkan dapat bergerak memperbaiki UMKM pada situasi saat ini.

Pengamat Komunikasi Korporat Mochammad Mirza meminta pemerintah untuk tidak terburu-buru. Harus dikaji lebih dalam.

“Pemerintah jangan terburu-buru, coba dikaji lebih dalam termasuk dampak terburuknya. Apa lagi pendekatan BRI bisa dibilang berbeda dengan cara Pengadaian. Saya khawatir nantinya sulit untuk dapat berjalan bersama,” kata Mirza.

“Sekalipun di atas kertas pangsa pasar akan meluas dan biaya cost akan rendah, tetapi saya kurang sreg jika harus digabung mengingat karakter masing-masing perusahaan berbeda dan tiga perusahaan tersebut dalam keadaan sehat,” ujar Mirza yang juga merupakan dosen Ilmu Komunikasi ini.

“Kenapa tidak mendorong pengadaian menjadi perusahaan yang lebih besar dan masuk bursa saham, hal ini akan berdampak positif dan akan mendorong adanya transparansi keuangan karena bisa dilihat semua pihak,” tambahnya.

Rencana pengabungan mencuat saat Menteri BUMN Erick Thohir berencana membentuk perusahaan induk BUMN dengan mengabungkan BRI, Pengadaian dan PNM saat rapat dengan Komisi VI DPR RI.

Terlepas dari apapun, Mochammad Mirza bisa memahami upaya pemerintah perihal pembentukan holding ultra mikro ini.

“Tampaknya pemerintah ingin agar BRI dapat menjangkau UMKM, dan mendorong UMKM naik kelas, mengingat pangsa pasar 37 juta UMKM belum terakses pemodalan,” jelasnya.

Mirza berharap jangan hanya sekadar menghemat cost dan memiliki daya jangkau yang semakin luas sebagai alasan satu-satunya yang akhirnya holding company ini dilakukan secara terburu-buru.

“Pastikan komunikasi di internal berjalan, berikan kepastian kerja kepada pegawai agar mereka tidak perlu khawatir adanya PHK. Selain itu pastikan komunikasi kepada para penguna dari perusahaan PNM dan Pegadaian, penggabungan ini tidak akan mengganggu pelayanan yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” tutup dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Syekh Yusuf & Tanri Abeng University ini.

 Komentar

 Terbaru

Hadiri Rakorwil Partai Gelora, Danny: Saya Awam Berpolitik
POLITIK08 Maret 2021 10:06
Hadiri Rakorwil Partai Gelora, Danny: Saya Awam Berpolitik
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar Ramdhan “Danny” Pomanto menyebut kemenangannya pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) ...
Target Gelora Sulsel di Pileg 2024: 1 Dapil 1 Kursi
POLITIK07 Maret 2021 22:31
Target Gelora Sulsel di Pileg 2024: 1 Dapil 1 Kursi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Ketua DPW Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Sulawesi Selatan Syamsari Kitta mengatakan, partainya menggelar rap...
Mayat Dalam Karung Gegerkan Warga Gowa, Belum Diketahui Identitasnya
BERITA07 Maret 2021 19:08
Mayat Dalam Karung Gegerkan Warga Gowa, Belum Diketahui Identitasnya
GOWA, DATAKITA.CO – Sesosok mayat tanpa identitas terbungkus karung menggegerkan warga Desa Panaikang, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa. Ma...
Andi Fahsar Berpeluang Besar Kembali Pimpin Golkar Bone
POLITIK07 Maret 2021 15:40
Andi Fahsar Berpeluang Besar Kembali Pimpin Golkar Bone
BONE, DATAKITA.CO – Hingga kini, DPD II Golkar Kabupaten Bone belum menjadwalkan musyawarah daerah (musda), yang salah satu agendanya pemilihan ketu...