Logo Datakita.co

JK Usul Penemu Vaksin COVID-19 Dapat Penghargaan Kemanusiaan

Fadli
Fadli

Kamis, 22 Oktober 2020 23:17

Jusuf Kalla (dua kanan) berdiskusi anggota Dewan Juri untuk Zayed Award for Human Fraternity di Vatikan, Roma, Kamis (22/10/2020). (ANTARA/HO-Tim Media JK)
Jusuf Kalla (dua kanan) berdiskusi anggota Dewan Juri untuk Zayed Award for Human Fraternity di Vatikan, Roma, Kamis (22/10/2020). (ANTARA/HO-Tim Media JK)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla mengatakan penemu vaksin dan obat COVID-19 layak mendapatkan penghargaan kemanusiaan atas upayanya menghentikan penyebaran pandemik.

Usulan tersebut disampaikan JK selaku anggota Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity di Vatikan, Roma, Kamis (22/10/2020).

“Jadi, penerima penghargaan haruslah menunjukkan kesuksesannya dalam hal persaudaraan yang membawa berkah atau manfaat ke aspek kehidupan lainnya; dan prestasinya itu harus berdampak internasional,” kata JK dalam keterangan, dikutip dari Antara.

Kepada anggota lain Dewan Juri penghargaan tersebut, JK mengatakan penemu vaksin dan obat COVID-19 bisa diibaratkan sebagai pahlawan karena dapat menyelamatkan kehidupan manusia yang terdampak pandemik.

Dalam pertemuan yang menggunakan Bahasa Prancis, Arab dan Inggris tersebut, usulan JK diterima dengan baik oleh juri lainnya.

JK juga mengingatkan agar para juri tetap menjaga independensi dalam memberikan penilaian terhadap nominasi penerima penghargaan kemanusiaan tersebut.

“Biarlah komite penghargaan yang bicara. Juri itu ibarat hakim, tak boleh memberi komentar,” ujar JK menambahkan.

Dalam pertemuan tersebut, panel juri menyetujui bahwa aspek hak asasi manusia harus menjadi dasar penilaian dan pengambilan keputusan mengenai penentuan peraih penghargaan tersebut.

Zayed Award for Human Fraternity merupakan penghargaan yang dibentuk pada 2019 untuk memberikan pengakuan atas karya luar biasa dari individu dan entitas dalam membuat terobosan dan mendorong kemajuan manusia.

Penghargaan tersebut diselenggarakan untuk mengenang presiden pertama Uni Emirat Arab dan mantan penguasa Abu Dhabi, Sheikh Zayed bin Sultan al Nahyan.

Zayed Award for Human Fraternity diberikan untuk pertama kalinya pada 2021 kepada para nominator yang berasal dari kalangan pemerintah, perwakilan PBB dan LSM internasional, hakim mahkamah agung dan akademisi.

Batas akhir penyerahan nominasi ialah 1 Desember 2020 dan pengumuman peraih penghargaan akan dilakukan pada 4 Februari 2021, dengan total hadiah senilai 1 juta dolar AS.

Selain JK, anggota Dewan Juri penghargaan tersebut ialah mantan presiden Republik Afrika Tengah Catherine Samba-Panza, Gubernur Jenderal ke-27 Kanada Michaelle Jean, Kardinal Dominique Mamberti dan mantan penasihat khusus PBB untuk Pencegahan Genosida Adama Dieng. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR12 Januari 2026 18:08
BPBD Sulsel Serahkan Bantuan Logistik ke Pengungsi Banjir Katimbang
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel menyalurkan bantuan logis...
MAKASSAR12 Januari 2026 12:28
Ratusan Korban Banjir Mengungsi, Walikota Pastikan Kebutuhan Dasar Mereka Terpenuhi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, mengawali aktivitas paginya dengan menunjukkan kepedulian dan empati mendalam terhadap...
MAKASSAR11 Januari 2026 22:03
Registrasi Makassar Half Marathon 2026 Resmi Dibuka, Target 12.000 Pelari
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka registrasi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dalam acara Pres...
MAKASSAR11 Januari 2026 12:16
Munafri Tinjau Lokasi Banjir di Biringkanaya, Cari Solusi Penanganan di Sungai Biring Je’ne
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sebagai wujud kepedulian dan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mencari solusi permanen bagi warga yang terdampak banji...