Logo Datakita.co

Jembatan Penghubung Dua Dusun di Desa Songing Terputus, Ini Upaya BPBD Sinjai

Fadli
Fadli

Selasa, 23 April 2024 21:35

Jembatan di Desa Songing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, mengalami ambruk.
Jembatan di Desa Songing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, mengalami ambruk.

SINJAI, DATAKITA.CO – Tingginya curah hujan akhir-akhir ini di Kabupaten Sinjai berdampak besar terhadap kelangsungan aktivitas masyarakat.

Tepatnya di Desa Songing, Kecamatan Sinjai Selatan, sebuah jembatan mengalami ambruk. Sehingga akses jalan bagi masyarakat harus terputus.

Ambruknya jembatan yang menghubungkan dua dusun di Desa Songing, diakibatkan kuatnya arus sungai akibat tingginya curah hujan.

Peristiwa ini terjadi sekira pukul 13:30 Wita, Senin (22/04/2204) kemarin. Jembatan ini merupakan jalan penghubung antara Dusun Tonasa dan Dusun Balimengko.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, beton jembatan ini ambruk karena debit air yang tinggi.

Bendung Kulang meluap dan arus Sungai Katangka yang mengalir di bawah jembatan menabrak jembatan tersebut.

Akibat kejadian ini, akses penghubung dua dusun tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kini warga yang biasa melintas di jembatan tersebut harus mengambil jalan alternatif sejauh 1 kilometer menuju pasar. Padahal dengan melalui akses jembatan terputus, sebelumnya warga hanya menempuh jarak 100 meter menuju pasar.

Karenanya itu, atas perintah Penjabat (Pj) Bupati Sinjai, BPBD telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait ambruknya akses jalan masyarakat ini.

“Saat mengetahui kabar ambruknya jembatan ini, bapak Pj Bupati langsung memerintahkan untuk melakukan langkah dini agar tidak menimbulkan korban akibat peristiwa ini. Jadi kami telah memasang tanda larangan untuk melintas di area jembatan ini,” kata Kepala BPBD Sinjai, Budiaman.

Ia juga kembali mengimbau warga agar tetap waspada terhadap curah hujan tinggi hingga sangat tinggi yang berpotensi masih akan terjadi hingga Juni 2024 mendatang.

Sebelumnya, bencana longsor telah terjadi di Desa Bonto Katute, Kecamatan Sinjai Borong, dan Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, beberapa waktu lalu yang juga diakibatkan tingginya curah hujan.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR30 Juni 2026 15:18
149 Personel Polrestabes Makassar Naik Pangkat, Ini Pesan Kapolrestabes
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, memimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personel Polrestabes Mak...
MAKASSAR30 Juni 2026 10:02
Munafri Komitmen Bangkitkan Warisan Kerajaan Tallo Jadi Destinasi Wisata Budaya
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, terus menegaskan komitmennya untuk menghidupkan situs kebudayaan Kota Makassar, te...
BERITA30 Juni 2026 09:15
Pemerintah Resmi Luncurkan Logo dan Identitas Visual HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
JAKARTA, DATAKITA.CO – Pemerintah secara resmi meluncurkan logo dan identitas visual peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republi...
MAKASSAR29 Juni 2026 21:12
Gubernur: Jalan Lingkar Unhas Masuki Tahap Betonisasi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan progres rekonstruksi Jalan Lingkar Unhas di Kecamatan Ta...