Logo Datakita.co

Budi Hastuti Sebut Perda RTRW Alat Keseimbangan Wilayah

Aditya
Aditya

Sabtu, 01 Mei 2021 20:47

Anggota DPRD Makassar, Budi Hastuti sosialisasikan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Hotel Phinisi Travelers, Jl Lamadukelleng Buntu, Sabtu (1/5/2021).
Anggota DPRD Makassar, Budi Hastuti sosialisasikan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Hotel Phinisi Travelers, Jl Lamadukelleng Buntu, Sabtu (1/5/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Hotel Phinisi Travelers, Jalan Lamadukelleng Buntu, Sabtu (1/5/2021).

Pada kesempatan itu, Budi Hastuti membahas maksud dan tujuan regulasi ini dibuat. Kata dia, Perda RTRW ini alat untuk mewujudkan keseimbangan wilayah terkait pembangunan secara kesinambungan atau berkelanjutan.

“Cakupan perencanannya, ada 15 Kecamatan dan 153 Kelurahan. Tujuannya regulasi ini mewujudkan kota kelas dunia sesuai keunggulan lokal,” tegas Budi Hastuti.

Selain itu, sambung legislator fraksi Gerindra ini, tujuan Perda RTRW ini yakni konektivitas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah darat dan laut serta pulau kecil secara merata. Ada beberapa update perkembangan yang dilakukan pemerintah berdasarkan RTRW.

“Pertama, perkembangan jaringan sarana dan prasarana kota standar global mengikuti jalan layang yang kini ada di Pettarani,” ujarnya.

Kedua, kata Budi, mengembangkan moda transportasi laut yang sesuai karakteristik laut Makassar. Selanjutnya, mengembangkan secara bertahap moda transportasi kota yang ada di darat.

“Pada intinya, regulasi ini untuk menjaga kesimbangan tata ruang terkait pembangunan dilaksanakan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan,” paparnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Babra Kamal mengatakan, setiap daerah memiliki wajah masing-masing sehingga RTRW yang dituangkan dalam regulasi berbeda. Itu, akan menjadi identitas tersendiri suatu kota atau kabupaten.

“Salah satu ciri Makassar, ada ditepian air alias pesisir. Nah, menariknya kota besar di Indonesia rata-rata ada di wilayah ini seperti Surabaya, Jakarta, Bali,” ujar Bob—sapaan akrabnya.

Sambung Bob, Kota-Kota yang kini disebut metropolitan lantaran dulu menjadi wilayah pelabuhan yang menjadi daerah persinggahan bagi negara-negara untuk keperluan bisnis. Bahkan, kondisi ini termasuk di negara asia tenggara.

“RTRW itu disesuaikan dengan visi misi pemerintah. Nantinya, akan menjadi ciri khas suatu daerah,” katanya. (*)

 Komentar

 Terbaru

BERITA15 Mei 2021 15:39
Antisipasi Covid-19, Pengunjung Hutan Mangrove Tongke-tongke Dicek Suhu Tubuhnya
SINJAI, DATAKITA.CO – Libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, objek wisata yang tetap buka menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya ...
BERITA15 Mei 2021 15:12
Nongkrong Sambil Kantongi Tembakau Gorila, Pemuda Ini Digelandang Polisi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Seorang pemuda yang masih berusia 17 tahun diamankan Tim Thunder Dit Samapta Polda Sulsel. Pemuda ini kedapatan menganto...
DAERAH15 Mei 2021 11:36
Parepare Nol Kasus Aktif Covid, Dinkes: Masyarakat Jangan Lengah
PAREPARE, DATAKITA.CO — Pemerintah Kota Parepare sukses mengendalikan angka kasus Covid-19. Bahkan di saat momen lebaran. Hingga kini, Pemkot Parepa...
BERITA15 Mei 2021 10:11
Satu Rumah di Sinjai Rusak Parah Tertimpa Material Longsor
SINJAI, DATAKITA.CO — Sebuah rumah di Desa Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai mengalami rusak parah setelah tertimpa material long...