Logo Datakita.co

Banjir di Makassar Surut, Seluruh Pengungsi Sudah Kembali ke Rumah

Fadli
Fadli

Kamis, 15 Januari 2026 15:56

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau lokasi pengungsian banjir di Kecamatan Biringkanaya, Senin (12/1/2026).
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau lokasi pengungsian banjir di Kecamatan Biringkanaya, Senin (12/1/2026).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Seluruh warga yang sempat mengungsi akibat banjir di Kota Makassar pada Januari 2026 telah kembali ke rumah masing-masing.

Pemerintah Kota Makassar menutup seluruh posko pengungsian setelah kondisi genangan air di wilayah terdampak berangsur surut dan situasi dinilai terkendali.

Berdasarkan data di lapangan, delapan titik pengungsian dibuka sejak 12 Januari 2026. Sebagian besar posko ditutup pada hari berikutnya.

Pada 13 Januari, tersisa dua posko pengungsian, dan pada hari ini seluruh pengungsi telah kembali ke tempat tinggal mereka.

Walikota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, cepatnya proses pemulangan pengungsi merupakan hasil dari kesiapan pemerintah kota dalam menghadapi musim hujan.

Menurut dia, langkah penanganan banjir telah disiapkan jauh sebelum curah hujan tinggi terjadi.

“Kunci utama penanganan banjir di Makassar hari ini adalah kesiapsiagaan, mitigasi, dan pencegahan. Semua itu sudah kita siapkan jauh sebelum hujan datang. BPBD menjadi garda terdepan, dibantu Dinas PU, Dinas Sosial, DLH, camat, lurah, relawan, dan yang terpenting adalah masyarakat itu sendiri,” ujar Munafri.

Ia menuturkan, penanganan banjir dilakukan melalui kerja kolaboratif lintas sektor dengan satu sistem komando. BPBD berperan dalam koordinasi penanganan darurat.

Sementara itu, organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya menjalankan fungsi teknis sesuai kewenangan masing-masing.

“BPBD tidak bekerja sendiri. Dinas PU fokus pada normalisasi sungai dan saluran air, perbaikan drainase, serta pengoperasian pompa. DLH memastikan kebersihan lingkungan agar aliran air tidak tersumbat. Dinas Sosial menyiapkan langkah perlindungan bagi warga terdampak. Semua bergerak serentak,” lanjut Munafri.

Pemerintah Kota Makassar juga memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) di titik-titik rawan banjir untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi lebih cepat dan dapat melakukan langkah antisipasi.

“Pendekatan kita sekarang berbeda. Masyarakat tidak lagi hanya sebagai objek, tetapi sebagai subjek utama penanggulangan bencana. Mereka dilibatkan sejak pencegahan, kesiapsiagaan, hingga respon darurat. Inilah yang membuat penanganan banjir tahun ini jauh lebih baik,” tegas Munafri.

Sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar sebelumnya telah menetapkan dokumen Rencana Kontinjensi untuk tiga jenis bencana utama, yakni banjir, kekeringan, dan banjir rob.

Dokumen tersebut memuat rencana operasi penanganan bencana secara rinci, mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga dukungan pemulihan awal, termasuk pembagian peran lintas organisasi perangkat daerah serta mekanisme komando saat bencana terjadi.

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN27 Juni 2026 11:36
Tim PKM Unismuh Petakan Sampah Plastik di Pantai Anging Mammiri
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memulai pemetaan timbulan sam...
MAKASSAR26 Juni 2026 22:48
Munafri Lantik 153 Imam Kelurahan, Akan Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berkomitmen untuk terus meningkatkan ...
DAERAH26 Juni 2026 14:56
Kunjungi Pulau Sabutung, Fatmawati Pastikan Pembangunan Kepulauan Lebih Merata
PANGKEP, DATAKITA.CO – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengunjungi Pulau Sabutung, Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tupabbi...
MAKASSAR26 Juni 2026 08:39
Anak Panti Asuhan di Makassar Akan Miliki Wali Sah Secara Hukum, Sidang Terpadu Digelar Agustus
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar bersama Pengadilan Agama Kelas IA Makassar akan melaksanakan program penetapan perwalian bagi a...