Logo Datakita.co

Sambangi IAS, Ali Ngabalin: Saya Sedih Demokrat Zalimi Sodara Saya!

Aditya
Aditya

Senin, 04 April 2022 22:31

Juru Bicara Presiden, Ali Muchtar Ngabalin bencengkrama dengan Politisi Demokrat, Ilham Arief Sirajuddin, Senin (4/4/2022).
Juru Bicara Presiden, Ali Muchtar Ngabalin bencengkrama dengan Politisi Demokrat, Ilham Arief Sirajuddin, Senin (4/4/2022).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Juru Bicara Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, dalam kunjungannya ke Makassar, berkesempatan menyambangi tokoh politik Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin di kediamannya, Senin (4/4/2022).

Kunjungan mantan anggota DPR RI dua periode ini dalam kapasitas sebagai sahabat IAS. Dia terang-terangan menyebut datang untuk menunjukkan rasa prihatin atas dinamika Demokrat Sulsel.

“Saya sangat prihatin. IAS ini dizalimi di Demokrat. Tokoh sekelas IAS jika dizalimi tentu banyak yang bersedih. Termasuk saya. Jadi sebagai sahabat saya datang tunjukkan rasa prihatin saya,” ujar Ali Ngabalin di sela-sela buka puasa bersama IAS dan keluarga.

Selaku sahabat, Ali mengaku mengikuti seksama segala hal yang berkaitan dengan IAS di Sulsel. Termasuk dinamika politik yang dijalani IAS.

“Sebagai warga Sulsel, saya termasuk yang susah mencerna dengan akal sehat dinamika yang berujung pada gagalnya IAS memimpin Demokrat. Karena setahu saya yang namanya partai politik selalu butuh figur ketua yang punya basis massa yang jelas, terukur, dan nyata,” sambung Ali.

Penzaliman nyata yang dialami IAS oleh Demokrat disebut Ali adalah skenario Tuhan menghindarkan IAS dari lembaga politik yang tidak bisa menghargainya.

“Jadi tidak usah risau sahabatku. Boleh jadi sesuatu yang kita tidak senangi itu adalah baik untuk kita. Karena Allah swt yang maha tahu. Sabar dan salat kuncinya,” pintanya kepada IAS.

Penzaliman yang dimaksudkan Ali juga disuarakan sejumlah kader Demokrat dan masyarakat Sulsel secara luas.

Putusan IAS tetap di Demokrat mengabaikan penzaliman yang dialaminya. Maklum, keputusan DPP menunjuk Ni’matullah sebagai ketua Demokrat dipertanyakan sejumlah pihak. Baik kader Demokrat ataupun masyarakat Sulsel lebih luas.

Pada Musda lalu, IAS mengumpulkan suara lebih banyak dibandingkan Ulla. 16 berbanding 8 suara dari 24 DPC se-Sulsel. Pada momen yang sama, Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Ulla juga ditolak oleh forum Musda lalu.

Jika saja status IAS sebagai mantan narapidana KPK yang menjadi persoalan, sesungguhnya DPP sudah menggunakan standar ganda dengan penetapan Ketua Demokrat Sulut yang juga sempat berstatus sama.

Apalagi rapor Ulla saat memimpin Demokrat selama 6 tahun juga sangat jeblok. Suara partai turun, angka legislatif merosot di semua tingkatan.

Menanggapi Ali, IAS berterima kasih sudah disambangi. “Pertemanan dengan beliau memang panjang. Bgitulah seharusnya sahabat,” tutup IAS. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR16 Juni 2026 09:49
Sekda Makassar Minta Seluruh OPD Perkuat Kolaborasi Hadapi Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Sulsel
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kolabor...
BERITA16 Juni 2026 08:07
Pemprov Sulsel Percepat Proyek MYP: Ruas Jalan Strategis di Bone, Sidrap, dan Soppeng Terus Dibenahi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mempercepat pelaksanaan program Multi Years Project (MYP) pa...
MAKASSAR15 Juni 2026 19:23
Bersama Menhaj RI, Walikota Sambut Jemaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyambut ke...
PEMERINTAHAN15 Juni 2026 18:10
Kepala Bapenda Makassar Sebut UMKM Tulang Punggung Daerah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Andi Asminullah, mendampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifudd...