MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan melakukan feasibility study untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Feasibility study ini merupakan tahap awal proyek PLTSa, dengan anggaran sekira Rp100 juta.
Walikota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menyampaikan, PLTSa ini akan menjadi solusi penanganan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Antang yang hingga kini belum tuntas. Pengelolaan ini nantinya akan dilakukan investor bukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Makassar.
Baca Juga :
“Kita hanya anggarkan untuk FS-nya, ada Rp100juta. Kalau pengelolaannya itu investor, kita siapkan sampahnya,” kata Danny, Sabtu (2/10/2021).
Sejauh ini sudah ada 104 investor yang menyatakan minatnya terhadap pembangunan PLTSa. Mereka berasal dari berbagai negara. Mulai dari Korea, Tiongkok, Italia, hingga Jepang.
Untuk feasibility study, Pemkot akan menggandeng Tim Teknis Unhas dengan target rampung di Oktober ini. Sementara untuk proyek PLTSa akan ditender pada November mendatang.
Terkait dengan lokasi, akan ditentukan kemudian. “Lahannya nanti kita sesuaikan. Apakah di TPA Tamangapa ataukah di tempat lain,” ujarnya.
Keberadaan PLTSa ini memang bisa berdampak positif terhadap pengolahan sampah di Kota Makassar. Bahkan diklaim bisa mengurai hampir 100 persen sampah yang saat ini ada di TPA Tamangapa.
“Kalau PLTSa ini bisa menghabiskan sampah kita. Termasuk di TPA itu dalam lima tahun sudah bisa bersih. Kalau bersih, kita dapat jadikan taman di situ,” jelasnya.








Komentar