Logo Datakita.co

Program Dana Hibah RT Irman-Zunnun Dicontek Paslon di Pilkada Surabaya dan Kutai

Aditya
Aditya

Senin, 19 Oktober 2020 16:59

Program Dana Hibah RT Irman-Zunnun Dicontek Paslon di Pilkada Surabaya dan Kutai

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Program dana hibah untuk RT yang dicetuskan Calon Wali Kota Makassar, Irman “None” Yasin Limpo, dicontek oleh pasangan calon lain yang juga akan bertarung di Pilkada Serentak 2020. Bukan di Makassar, tapi di Pilkada Surabaya dan Kutai Kartanegara.

Kandidat yang memprogramkan dana hibah RT di Pilkada Surabaya, adalah
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno. Apabila nanti dipilih oleh warga Surabaya, mereka berencana akan melakukan perbaikan strategi pembangunan. Sehingga, seluruh kampung di Surabaya bisa menikmatinya secara merata. Penetapannya, biaya pembangunan akan diberikan di muka. Setiap RT akan diberikan dana sebesar Rp 150 juta.

Sedangkan di Pilkada Kutai Kartanegara, pasangan calon Edi Damansyah-Rendi Solihin telah merencanakan 23 program yang akan dijalankan ketika diberi amanah oleh masyarakat menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara. Salah satunya, bantuan per RT sebesar Rp 50 juta.

Juru Bicara Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH, Muwaffik mengatakan, None memang sejak dulu dikenal memiliki pemikiran dan ide yang brilian. Sehingga, inovasinya kerap menjadi percontohan secara nasional. Program dana hibah atau bantuan pembangunan untuk RT sebesar Rp 15 juta hingga Rp 150 juta, diyakini akan membuat pembangunan lebih merata.

“Program dana hibah untuk RT ini merupakan ide murni dari Pak None langsung. Jika ada paslon di daerah lain yang mengikuti program ini, saya tidak heran. Karena memang program ini sangat efektif untuk pemerataan pembangunan,” kata Muwaffik, Senin (19/10/2020).

Program dana hibah untuk RT ini, jelas Muwaffik, akan membuat masyarakat merasakan langsung manfaat dari pembayaran pajak mereka. Dana tersebut tidak hanya bisa untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk pelatihan-pelatihan warga.

“Kalau ada insfrastruktur yang mau diperbaiki, selokan misalnya, tidak perlu menunggu musrembang dulu. Bisa langsung menggunakan dana RT,” ujarnya.

Soal inovasi yang menjadi percontohan secara nasional, menurut Muwaffik, None adalah jagonya. Program aplikasi e-panrita milik Dinas Pendidikan Sulsel, misalnya. Program yang diciptakan adik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menjabat Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, menjadi percontohan nasional.

“Pak None juga yang menciptakan inovasi pelayanan perizinan satu pintu saat menjabat Kepala Badan Penanaman Modal dan Investasi, yang juga dijadikan percontohan nasional oleh KPK,” bebernya. (*)

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN04 Juni 2026 14:38
Rektor UNM: Tak Ada Alasan Meragukan Indonesia Sudah Swasembada Pangan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Farida Patittingi menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk meragukan capaian Ind...
PENDIDIKAN04 Juni 2026 09:24
Unhas Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Keberhasilan transformasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber ...
MAKASSAR03 Juni 2026 23:22
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Integrasikan Pengolahan Sampah dan Urban Farming
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan penguatan ketahanan pangan terus didorong Pemerintah Kota Makassar. Hal terseb...
MAKASSAR03 Juni 2026 17:54
Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang masuk melalui rekeningnya selama menjadi ...