Logo Datakita.co

Pj Gubernur Bahtiar Gerak Cepat Kendalikan Inflasi di Sulsel

Fadli
Fadli

Senin, 18 September 2023 16:45

Pj Gubernur Bahtiar Gerak Cepat Kendalikan Inflasi di Sulsel

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, punya cara mengantisipasi laju inflasi dan ketahanan pangan di daerah ini.

Ia mengungkapkan, inflasi di Sulsel berada pada kisaran 3,53 persen atau secara nasional berada pada interval 2 – 4 persen.

Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Sulsel tanggal 6 September 2023, inflasi tahunan pada Triwulan II 2023 disumbang oleh Kelompok Transportasi, khususnya komoditas bensin, angkutan udara, tarif kendaraan online, angkutan dalam dan luar kota, serta solar.

Diikuti oleh Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya pada komoditas beras, telur ayam ras, rokok kretek filter, dan ikan-ikanan.

Kenaikan harga tersebut secara tahunan dipengaruhi oleh peningkatan permintaan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta kebijakan pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak September 2022.

Di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga cabai rawit, minyak goreng, tomat, bawang merah, cabai merah, dan beberapa jenis sayuran seiring kondisi pasokan yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk mengatasi kelompok inflasi tersebut, Pj Gubernur Bahtiar melakukan upaya konkret dalam sepekan sejak ia menjabat.

“Upaya yang kami lakukan diantaranya gerakan menanam cabai di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintahan Provinsi Sulsel, kembangkan teknologi jaringan kultur, dan koordinasikan pengelola moda transportasi untuk menekan biaya tiket perjalanan, barang dan jasa,” paparnya, pada Rapat Koordinasi Penanganan Inflasi dan Dampak El Nino, di Ruang Pola Kantor Gubernur, Senin, 18 September 2023.

Ia menambahkan, selama ini pelabuhan barang hanya bertumpu pada pantai barat sedangkan infrastruktur pelabuhan barang di pantai timur belum ada satupun, sehingga turut memicu tingginya biaya pengangkutan barang.

“Bayangkan kalau komoditi bawang jika dikirim melalui Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Parepare di pantai barat ke pantai timur maka biaya angkutan pun akan meningkat sehingga Pemprov Sulsel akan mengkoordinasikan pada pengelola jasa transportasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Bahtiar mengatakan, pemanfaatan lahan kering dan lahan basah hingga hilir di daerah ini perlu dikelola melalui mekanisasi pertanian modern. Oleh karena itu, ia usulkan pengembangan jaringan kultur.

“Pengembangan jaringan kultur saya nilai efektif dikelola untuk meningkatkan produktivitas komoditi pangan,” imbuhnya.

Meski demikian, Bahtiar menggalakkan gerakan menanam cabai dan akan memastikan cadangan komoditi hortikultura seperti cabe, pisang, bawang putih, dll.

“Melalui gerakan menanam cabai kami akan memastikan cadangan pangan komoditi hortikultura. Jangan sampai pertemuan inflasi ini hanya sekedar rapat saja dan tidak punya efektivitas terhadap menurunnya angka inflasi,” pungkasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

BERITA24 Juni 2024 15:05
Pasca Lebaran Iduladha, Inflasi Sinjai Masih Cukup Terkendali
SINJAI, DATAKITA.CO – Pasca Lebaran Iduladha 1445 Hijriah, tingkat inflasi Kabupaten Sinjai masih di kisaran 2,48 persen atau sama sekali tidak ...
OLAHRAGA24 Juni 2024 12:08
Euro 2024: Jerman dan Swiss Lolos ke Babak 16 Besar
DATAKITA.CO – Timnas Jerman dan Swiss lolos ke babak 16 besar. Hal ini setelah pada laga terakhir Grup A Euro 2024 antara Jerman menghadapi Swis...
MAKASSAR23 Juni 2024 23:31
Jemaah Haji Kloter I Tiba di Makassar, 18 Orang Butuh Kursi Roda
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama telah tiba kembali di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Mi...
POLITIK23 Juni 2024 19:26
Wahab Tahir Bersama Ketua PKK Makassar Bahas Penyelenggaraan Pendidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahu...