Logo Datakita.co

Mangkir saat Paripurna, Dewan Anggap Prof Rudy Lecehkan DPRD

Aditya
Aditya

Senin, 28 September 2020 15:06

Paripurna DPRD Kota Makassar
Paripurna DPRD Kota Makassar

MAKASSAR,DATAKITA.CO – Penjabat Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin, beberapa kali mangkir dalam agenda sidang paripurna di DPRD Kota Makassar. Tindakan Pj walikota Makassar tersebut menuai pertanyaan di jajaran anggota DPRD kota Makassar. Bahkan pihak DPRD sempat membatalkan agenda paripurna karena pihak pemerintah kota Makassar tidak kunjung hadir hingga malam hari.

Hal itu dianggap telah melecehkan marwah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Terlebih lagi, dalan rentang waktu satu pekan, ada empat Paripurna yang berlangsung, tetapi Pj walikota hanya sekali hadir dan tiga diantaranya diwakili oleh Sekda kota Makassar, M Anshar.

Menanggapi hal itu, anggota komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Kota Makassar, Syamsuddin Raga menyayangkan ketidakhadiran Rudy Djamaluddin dalam sederet rapat penting tersebut.

“Kami sudah mengundang, malah tidak hadir, tidak mengindahkan undangan kami. Jika memang ada agenda lain, kami bisa maklumi. Tapi ini sampai tiga kali diwakili terus, tidak masuk logika ini,” ujar Syamsuddin Raga, Minggu (27/9/2020) malam.

Lebih jauh, Syamsuddin Raga berharap Penjabat Wali Kota Makassar bisa menghormati wakil rakyat di parlemen. Bagaimana pun, legislatif adalah mitra dari eksekutif dalam pemerintah.

“Jadi saya harap pak Pj ini, dia kan orang yang bisa mengayomi seluruh masyarakat Makassar, tapi kenyataannya tidak bisa memberikan apa-apa, tidak ada kesan pencitraan dari DPRD, dan sangat tidak menghormati DPRD Makassar, selaku lembaga terhormat,” ketusnya.

Senada dengan Syamsuddin Raga, anggota komisi A dari fraksi Partai Gerindra, Kasrudi menilai sikap acuh yang ditunjukkan Rudy Djamaluddin merupakan tindakan pelecehan dan meremehkan peran legislator di parlemen.

“Ada kesan melecehkan. Karena tiga kali tidak hadir. Rapat Paripurna ini, rapat tertinggi kami di DPRD Makassar. Absen tiga kali mengesankan ada perlawanan bagi kami,”terang Kasrudi.

Menurutnya, rapat tertinggi untuk pengambilan keputusan itu seharusnya dihadiri Pj walikota, karena pihaknya telah diundang. Jika memang ketidakhadirkannya adalah hal urgen, atau dalam hal ini urusan negara, sebaiknya ada penjelasan kepada DPRD.

“Harusnya menghargai undangan itu. Kalaupun tidak hadir ada alasan atau ada urusan negara yang penting. Kalau tidak hadir harus ada penjelasan alasan khusus bahwa betul-betul ketikhadirannya harus dalam keadaan genting. Saya merasa memang kita tidak dihargai, bahkan melecehkan,” lanjutnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

BERITA14 Juni 2026 15:43
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Bupati Sinjai Minta Nelayan dan Warga Pesisir Waspada
SINJAI, DATAKITA.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Paotere mengeluarkan peringatan ...
MAKASSAR14 Juni 2026 13:40
Menteri Haji Sambut Kedatangan Kloter 17 di Asrama Sudiang, Ajak Jemaah Wujudkan Kemabruran dalam Kehidupan Sehari-hari
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf, menyampaikan ucapan selamat datang kepada jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 17 E...
MAKASSAR13 Juni 2026 22:39
Janji Kampanye Appi Terbukti, Petepete Laut Kini Layani Warga Kepulauan Secara Gratis
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Warga kepulauan di Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar kini mulai merasakan hadirnya layanan transportasi laut secara grati...
DAERAH13 Juni 2026 14:55
Bupati Gowa Tegaskan Retail Modern Wajib Libatkan UMKM Lokal dan Patuhi Perizinan
GOWA, DATAKITA.CO – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menegaskan seluruh retail modern yang beroperasi di Kabupaten Gowa wajib memberikan rua...