Logo Datakita.co

Luwu Utara Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka pada 14 Juli

Fadli
Fadli

Rabu, 07 Juli 2021 21:35

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat menyampaikan sambutan pada Diklat Calon Kepala Sekolah.
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat menyampaikan sambutan pada Diklat Calon Kepala Sekolah.

LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Luwu Utara mulai diuji coba pada 14 Juli mendatang.

Meski begitu, PTM hanya bisa dilaksanakan pada sekolah yang merupakan kewenangan Pemda dan masuk dalam daerah kategori zona hijau COVID-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Utara, Jasrum mengatakan ada beberapa tahapan verifikasi sebelum izin dikeluarkan.

“Awal luring akan ada simulasi di bawah pengawasan tim gugus, disdik, dan tim pengawas. Kalau jumlah terpapar covid naik, jangankan meningkat, stagnan saja kita berhentikan,” kata Jasrum yang ditemui usai Diklat Calon Kepala Sekolah yang berlangsung di Aula Hotel Bukit Indah Masamba, Rabu (7/7/2021).

Jasrum menjelaskan, jika sekolah dianggap telah memenuhi syarat, maka pihak sekolah bisa menerapkan model blended learning. Jumlah siswa yang diperbolehkan ikut belajar di sekolah dibagi per sift dengan pembatasan jam belajar.

“Kalau sesuai protokol kesehatan tetap dilanjut, tapi kalau tidak ya kita hentikan. Sebelum PTM, sesuai petunjuk ibu bupati, para siswa juga harus mengantongi izin dari orang tua,” tegas Jasrum.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menegaskan pandemi tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pendidikan.

“Sebaliknya, harus menjadi motivasi untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan. Bapak/ibu guru tidak boleh tidur, pastikan hak peserta didik terpenuhi meski dalam kondisi pandemi,” pinta Indah di hadapan 60 peserta diklat calon kepala sekolah.

Tidak kalah penting, mantan Dosen Universitas Indonesia ini meminta para guru untuk mengambil bagian dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Guru itu digugu dan ditiru, pemerintah tak bisa sendiri menghadapi pandemi, untuk itu sebagai pendidik, bapak/ibu harus memberi edukasi utamanya dalam penegakan protokol kesehatan. Sebab tak ada artinya hak pendidikan siswa terpenuhi tapi mengorbankan kesehatannya. Sekali lagi, keselamatan siswa yang utama,” tegas Indah.

Sebagai informasi, berdasarkan rilis data pertanggal 6 Juli 2021, 7 kecamatan yang masuk dalam kategori zona hijau diantaranya Baebunta Selatan, Sabbang Selatan, Bone-bone, Malangke, Limbong, Seko, dan Rampi.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR16 Mei 2026 22:27
Walikota dan Kapolrestabes Makassar Launching SPPG Tallo 1, Akan Layani 10 Sekolah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tallo 1 Polrestabes Makassar bers...
DAERAH16 Mei 2026 22:03
Panen Raya Jagung, Kapolda Sulsel Dorong Ketahanan Pangan Nasional di Pangkep
PANGKEP, DATAKITA.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Serent...
MAKASSAR16 Mei 2026 09:29
Hadiri MIWF 2026, Munafri Kupas Konsep MCH sebagai Talenta Masa Depan Generasi Muda Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, mengupas peluang serta masa depan talenta kota melalui penguatan ekosistem industri kr...
OLAHRAGA15 Mei 2026 22:41
Jelang PSM Vs Persib: Ini Siasat “Maung Bandung” Jalani Laga Tandang di Parepare
BANDUNG, DATAKITA.CO – Persib Bandung menyiapkan siasat menanggulangi kelelahan saat bertandang ke markas PSM Makassar pada pekan ke-33 BRI Supe...