Logo Datakita.co

Harga Cabai Masih “Pedas”, Pemprov Akan Bahas dalam Rapat Inflasi

Fadli
Fadli

Senin, 27 November 2023 11:56

Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Sulsel. (int)
Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Sulsel. (int)

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Natal dan tahun baru (Nataru) tinggal sebulan lagi, Pemprov Sulsel akan mulai membahas antisipasi lonjakan harga komoditas pangan, apalagi akhir-akhir ini pedasnya harga cabai masih menghantui emak-emak di Sulsel.

Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengakui potensi kenaikan harga komoditi bisa terjadi menjelang hari natal dan tahun baru.

Kata dia, Pemprov Sulsel akan membahas hal tersebut pada rapat inflasi yang bakal dilaksanakan oleh pihaknya hari ini, Senin (27/11/2023).

“Jangan sampai terjadi kelangkaan terhadap barang dan komoditi yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang akan berhari raya Natal pun menuju tahun baru,” kata Bahtiar, MInggu (26/11/2023).

Ia melanjutkan, harga cabai di Bone berdasarkan pantauannya sampai hari ini masih tembus di angka Rp 90 ribu per kilo padahal pekan sebelumnya masih Rp 55 per kilio dan itu akan menjadi perhatian ekstra yang bakal dilakukan oleh Pemprov Sulsel.

Lebih jauh ia mengatakan, program tanam cabai akan digencarkan dan itu juga telah dipersiapkan dengan matang oleh Pemprov Sulsel.

“Masa kita kalah dengan benda-benda kecil itu (kenaikan harga cabai pemicu salah satu inflasi), Makanya lebih kuat, tahun depan ini harus kita pastikan setiap rumah di Sulsel itu bisa kita upayakan ada 10 pohon cabe. Pemda saya pastikan kerja ekstra, saya akan bagikan jutaan bibit di tahun ini juga,” ungkapnya.

Sebelummya diberitakan, di Kabupaten Maros harga cabai tembus pada kisaran Rp80.000 perkilo.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil tak menampik lonjakan harga cabai terbilang meresahkan itu.

Kata dia, pihaknya tengah memantapkan penanganan melalui pengaturan siklus perdagangan antar regional untuk memastikan kebutuhan daerah terpenuhi lebih dulu sebelum dijual ke luar daerah, secara khusus Sulsel.

Saat ini solusinya, lanjut Ahmadi hanya dapat ditegaskan ke semua pemerintah daerah agar menanam cabainya di daerah masing-masing. Sehingga tidak bergantung di daerah lain. “Opsinya bagaimana supaya semua daerah itu menanam cabai,” pungkasnya.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR19 Juni 2026 23:17
Berdiri di Atas Fasum, 40 Lapak di Mariso Ditertibkan
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Pemerintah Kota Makassar, melalui Kecamatan Mariso terus menunjukkan komitmennya dalam menata kawasan perkotaan dan mengemba...
MAKASSAR19 Juni 2026 18:20
Libatkan 1.005 Agen Perisai, Appi-Aliyah Percepat Universal Coverage Jaminan Sosial di Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menghadirkan inovasi baru tahu...
MAKASSAR19 Juni 2026 11:05
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Sosial dan Rehabilitasi Rumah Korban Kebakaran di Mangasa
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengunjungi lokasi kebakaran di Jalan Sultan Alauddin III, Kelurahan ...
MAKASSAR19 Juni 2026 08:14
Walikota Makassar Kunjungi Korban Kebakaran di Mangasa, Pastikan Bantuan Terpenuhi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Jala...