Logo Datakita.co

Gunakan Sandek, Tim EPA III Korpala Unhas Akan Berlayar Lintasi 4 Negara

Fadli
Fadli

Senin, 04 Agustus 2025 13:04

Tim Ekspedisi Pelayanan Akademis III dari Korps Mahasiswa Pecinta Alam (Korpala) berlayar menggunakan perahu tradisional sandek dan mulai berlayar pada Minggu (3/8/2025). Tim ini akan menempuh rute pelayaran dari Makassar hingga Filipina selama 66 hari dengan melintasi empat negara.
Tim Ekspedisi Pelayanan Akademis III dari Korps Mahasiswa Pecinta Alam (Korpala) berlayar menggunakan perahu tradisional sandek dan mulai berlayar pada Minggu (3/8/2025). Tim ini akan menempuh rute pelayaran dari Makassar hingga Filipina selama 66 hari dengan melintasi empat negara.

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Rektor Universitas Hasanuddin Profesor Jamaluddin Jompa, melepas Tim Ekspedisi Pelayanan Akademis III dari Korps Mahasiswa Pecinta Alam (Korpala) yang akan berlayar menggunakan perahu tradisional sandek. Pelepasan dilakukan di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI, Makassar, Minggu (3/8/2025).

Ekspedisi ini mengusung tema Menelusuri Jejak Persahabatan Pengembara Laut Indonesia-Singapura-Malaysia-Thailand, dan akan menempuh rute pelayaran dari Makassar hingga Filipina selama 66 hari.

Jamaluddin mengatakan tim ekspedisi ini menjadi simbol kuat perpaduan antara semangat petualangan, kajian ilmiah, dan penguatan identitas budaya maritim bangsa.

“Kami selalu mendorong mahasiswa tidak hanya eksis dalam wacana, tetapi juga aksi nyata. Ekspedisi ini bukanlah hal biasa. Mereka akan berada di laut selama 66 hari. Satu hari saja di laut sudah menakutkan, apalagi 66 hari. Ini bukan hanya soal skill, sains, atau teknologi, tapi juga soal keberanian,” ujar Jamaluddin.

Ekspedisi ini melibatkan 7-8 mahasiswa dari berbagai fakultas, termasuk Kelautan, Hukum, Teknik, dan MIPA. Mereka akan bergantian menempuh perjalanan laut menggunakan perahu Sandeq kapal tradisional khas Sulawesi Selatan yang telah digunakan oleh nenek moyang pelaut Bugis-Makassar dalam menjelajahi Nusantara. South Sulawesi tourism.

“Yang ikut ekspedisi tengah meniru jejak pelaut ulung dari tanah Sulawesi Selatan. Ini adalah refleksi sejarah dan budaya yang luar biasa. Mereka bukan generasi loyo, mereka adalah pelaut tangguh. Kita ingin membuktikan bahwa generasi Z juga mampu membawa nama besar sejarah pelaut Indonesia,” tutur dia.

Selain sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan eksplorasi budaya, ekspedisi ini juga membawa misi akademik dan diplomasi sains. Para peserta akan melakukan penelitian lintas disiplin, berinteraksi dengan masyarakat pesisir, serta menyampaikan pesan-pesan ilmiah dan kebangsaan di setiap titik singgah.

“Mereka membawa misi perdamaian dan diplomasi sains. Ketika menyeberangi negara lain, mereka akan menunjukkan bahwa anak muda Indonesia adalah ilmuwan yang cinta damai. Kita harap kelak anak-anak muda dari Malaysia, Singapura, dan Thailand juga bisa bergabung dalam semangat persaudaraan ini,” imbuh Jamaluddin.

Unhas memberikan dukungan penuh terhadap ekspedisi ini, baik secara akademik maupun moral. Para peserta mendapatkan pengakuan SKS, dukungan logistik, serta apresiasi khusus dari pimpinan universitas.

“Kami tidak melepas mereka begitu saja. Kami akan terus memantau dan mendukung. Ketika mereka kembali, mereka akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Ini adalah bentuk pendidikan karakter, kepemimpinan, dan cinta tanah air,” kata Jamaluddin.

Ungkapan “sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang” bukan sekadar semboyan, melainkan cerminan dari keberanian dan komitmen generasi muda dalam mengarungi tantangan. Dalam setiap hembusan angin dan gelombang laut, terdapat proses pembelajaran yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas.

“Kami percaya, perjalanan ini akan menempa karakter, mengajarkan pentingnya kolaborasi, serta memperkuat tekad untuk terus berkontribusi. Doa dan dukungan akan terus kami berikan,” ucap Jamaluddin.

Sementara itu, salah satu panitia Wana Widia menjelaskan, ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan fisik melintasi lautan, tetapi juga merupakan simbolisasi semangat menjaga warisan budaya maritim Indonesia.

“Perahu sandek yang digunakan merupakan bukti nyata bahwa nenek moyang kita adalah pelaut ulung dan sejati. Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan kepada tim ekspedisi, ini akan menjadi perjalanan dan pengalaman yang sangat berharga,” ujar Wana.

Ketua Umum Korpala Unhas, Andreas Parhusi, menjelaskan bahwa ekspedisi ini adalah wujud keberanian intelektual dan komitmen pecinta alam. Tim ekspedisi Korpala Unhas akan melakukan kajian ilmiah sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat pesisir.

Komandan Lantamal VI Makassar, Brigadir Jenderal TNI Marinir Dr. Wahyudi, dalam sambutannya menyampaikan Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 70 persen wilayah berupa lautan. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami, mencintai, dan menjaga laut. Laut bukan hanya bagian dari budaya, tetapi merupakan entitas yang menyatu dengan jati diri bangsa.

Menurut Wahyudi, ekspedisi ini adalah wujud nyata kepedulian dan semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya maritim serta menghadapi tantangan bersama. Menyusuri jejak para pengembara laut masa lalu menjadi pengingat akan jati diri sebagai pewaris kejayaan bahari.

“Laut mengajarkan nilai kerja sama, ketangguhan, dan kepemimpinan. Kami siap bersinergi dengan generasi muda untuk terus menguatkan semangat bahari ini. Kepada seluruh peserta, saya titipkan semangat juang, jaga kekompakan, dan utamakan keselamatan selama pelayaran,” jelas Wahyudi.

 Komentar

 Terbaru

OLAHRAGA29 Juni 2026 15:52
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Besok: Brasil vs Jepang Bakal Seru dan Ketat
DATAKITA.CO – Piala Dunia 2026 sudah mencapai babak 32 besar. Besok, Selasa (30/6/2026) akan berlangsung tiga laga. Dimulai dari Brasil vs Jepan...
BERITA29 Juni 2026 14:31
MTQ XI Sulbar 2026 Resmi Dibuka di Tengah Efisiensi Anggaran
MAMUJU, DATAKITA.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI tingkat Prov...
MAKASSAR29 Juni 2026 10:06
Trans Sulsel Catat 1,15 Juta Penumpang dalam Setahun, Pengguna Transportasi Publik Terus Bertambah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Transportasi publik Andalan Trans Sulsel mencatat capaian positif sejak pengelolaannya diambil alih Pemerintah Provinsi ...
BERITA28 Juni 2026 21:58
Presiden Prabowo Percepat Transformasi BUMN dan Perkuat Riset Nasional
JAKARTA, DATAKITA.CO – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan riset dan inovasi serta transformasi Badan Usaha Milik Negara (...