Logo Datakita.co

Gunakan Geotextille, Penanganan Banjir di Luwu Utara Jadi Percontohan Nasional

Fadli
Fadli

Jumat, 05 Maret 2021 17:14

Tanggul darurat dengan metode perkuatan geotextile yang dilakukan di Luwu Utara.
Tanggul darurat dengan metode perkuatan geotextile yang dilakukan di Luwu Utara.

LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Adenan Rasyid mengungkapkan bahwa penanganan pascabencana banjir di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, khususnya di tiga sungai besar yang terkena dampak bencana, menjadi percontohan nasional.

Adenan mengungkapkan hal ini di hadapan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat dirinya melaporkan beberapa kegiatan BBWSPJ di Lutra tahun 2021 ini.

“Kami perlu sampaikan bahwa Masamba ini jadi percontohan se-Indonesia untuk penanganan pascabencana banjir,” kata Adenan.

Salah satu penanganan yang dilakukan BBWSPJ adalah pembangunan tanggul darurat dengan metode geotextille.

Menurut dia, tanggul geotextille yang dibangun di Masamba, Luwu Utara, adalah yang pertama di Indonesia, dan diikuti beberapa daerah lain yang terkena bencana.

“Banjir di beberapa daerah, seperti di wilayah Provinsi Jawa Tengah itu, mereka juga membangun tanggul darurat dengan memakai metode perkuatan geotextille. Konstruksinya itu juga pakai geotextille semua. Sama yang kita lakukan di Masamba ini,” ungkap Adenan.

Ia mengatakan, penanganan banjir memang harus maksimal karena pemerintah ingin bencana lalu tidak terulang lagi, sehingga masyarakat bisa hidup tenang.

“Pak Menteri mengontrol penanganan banjir yang kita lakukan, sehingga penanganan pun harus maksimal,” jelasnya.

Senada Adenan, Plt. Kadis PUPR, Rusydi Rasyid, mengatakan bahwa penanganan banjir di Lutra menjadi acuan daerah lain dalam penanganan darurat.

“Ternyata di daerah lain juga melakukan metode tanggul geotextile pascabencana yang terjadi,” kata Rusydi.

“Apa yang dilakukan BBWSPJ rupanya diikuti oleh Balai-balai di wilayah lain dengan pola pembuatan tanggul geotextile. Artinya bahwa Luwu Utara adalah yang pertama menggunakan metode geotextille dalam penanganan darurat pascabencana,” jelasnya.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR14 Mei 2026 17:15
178 Lapak PKL di Mariso Kuasai Fasum Selama 53 Tahun, Kini Dibongkar Mandiri
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar, terus menunjukkan komitmennya dalam menata kawasan perkotaan agar lebih tertib, aman, dan nyam...
MAKASSAR14 Mei 2026 14:09
Pemkot Makassar Sambut Baik Rekomendasi DPRD, Fokus Kinerja dan Pelayanan
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPRD Kota...
MAKASSAR14 Mei 2026 14:04
Lapak Berdiri 35 Tahun Ditertibkan, 16 Pedagang di Ujung Tanah Direlokasi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar, terus melakukan langkah nyata dalam menjaga ketertiban ruang publik. Melalui Kecamatan Ujung Tanah...
MAKASSAR13 Mei 2026 16:25
Wamenhan Apresiasi Langkah Gubernur Sulsel Jadi Pelopor Komcad ASN
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan Taufanto, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selat...