Logo Datakita.co

Bijak Berkomentar di Media Sosial Agar Terhindar dari Konsekuensi Hukum

Aditya
Aditya

Senin, 13 September 2021 11:23

Bijak Berkomentar di Media Sosial Agar Terhindar dari Konsekuensi Hukum

MOROWALI UTARA, DATAKITA.CO – Sebanyak 859 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual, di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Selasa (13/9/2021).

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yakni Business Development Online Sarah Lolita; Dosen Komunikasi UNTAD Dr Achmad Herman; CEO & Co-Founder Bicara Project Rana Rayendra dan Jurnalis & Praktisi Digital Iwan Lapasere. Sedangkan moderator yaitu Linda Setiawati selaku Jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Materi pertama dibawakan Sarah Lalita dengan tema “Keterampilan Digital dan Pembelajaran Online”. Menurut dia, jenis-jenis keterampilan di era digital antara lain, kemampuan menggunakan aplikasi yang mendukung pembelajaran dan aktivitas perkantoran, aplikasi untuk digital marketing, serta aplikasi di sektor keuangan dan perbankan untuk transaksi digital.

Selanjutnya, Achmad Herman menyampaikan paparan “Hate Speech, Identifikasi Konten dan Regulasi yang Berlaku”. Ia mengatakan, hate speech merupakan tindakan komunikasi yang dilakukan dalam bentuk provokasi, hasutan, dan hinaan ke individu atau kelompok lain terkait ras, warna kulit, etnis, gender, cacat, orientasi seksual, serta kewarganegaraan. Efek negatifnya antara lain, dapat mempengaruhi orang lain, berpotensi pada pengucilan, dan menimbulkan kegelisahan.

Pemateri ketiga Rana Rayendra memaparkan materi bertema “Batasan Dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Menurut dia, tips menggunakan internet dan media sosial secara bijak antara lain, berpikir sebelum mengetik tulisan, berkomentar sesuai konteks masalah, tidak menyinggung pribadi dan SARA, menggunakan bahasa yang sopan, serta menghargai orang lain. “Hidup adalah tentang tabur tuai, apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai,” tuturnya,

Adapun Iwan Lapasere, sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Ia mengatakan, beberapa contoh kejahatan di dunia digital atau cybercrime yang umum terjadi antara lain, pornografi, perjudian online, pemalsuan jati diri, pencurian hak intelektual, pencemaran nama baik, spam, sabotase, serta pelanggaran prostitusi. Adapun payung hukum terkait perlindungan pelanggaran yang berlaku yaitu UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual, dan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Linda Setiawati. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 jumlah penanya terpilih.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya, Agus Jufriyadi di Morowali Utara yang bertanya tentang banyaknya pelontaran ujaran kebencian serta perundungan yang dilakukan warganet generasi muda.

Menanggapi hal tersebut, Rana Rayendra bilang, kawula muda sebaiknya lebih memilih menghindari konten tidak baik yang sedang viral. Sebab, jika ada tanggapan berupa komentar bantahan justru akan membuat konten negatif tersebut akan lebih banyak dilihat orang.

 Komentar

 Terbaru

POLITIK27 Januari 2022 00:05
Jika Terpilih, IAS Siapkan Sekretariat Demokrat Sulsel di Pusat Kota Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Jika kelak diberi amanah menjadi Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengaku telah menyiap...
POLITIK26 Januari 2022 20:15
Ni’matullah Ikuti Fit and Proper Test Calon Ketua Demokrat Sulsel, Begini Tanggapan AHY
MAKASSAR, DATAKITA.CO — Tim 3 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mulai menggelar fit and proper test calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
PENDIDIKAN26 Januari 2022 19:04
Rektor UNM Jadi Pengurus Pusat PII, Siap Kembangkan Profesi Insinyur
JAKARTA, DATAKITA.CO – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Profesor Husain Syam mendapat amanah baru sebagai Pengurus Pusat Persatuan Insinyur ...
MAKASSAR26 Januari 2022 18:28
Tingkatkan PAD, PD Parkir dan PD Pasar Satukan Visi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya melakukan koordinasi bersama PD Pasar Makassar untuk menyepakati kerjasama p...