Logo Datakita.co



Produktif di Era Internet, Manfaatkan Platform Digital untuk Tingkatkan Pemasaran

Aditya
Aditya

Kamis, 30 September 2021 18:26

Produktif di Era Internet, Manfaatkan Platform Digital untuk Tingkatkan Pemasaran

MAMASA, DATAKITA.CO – Sebanyak 635 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (30/9/2021).

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Tips dan Trik Jualan Online”.

Dipandu Aguslia Hidayah sebagai moderator, hadir empat orang narasumber yang akan mengisi sesi materi kali ini, yaitu pegiat UMKM dan Co-Founder Indoagribiz.com, Diana Sumolang; pengusaha daring Casolans Aromatherapy, Nita Sellya; Business Enthusiast dan Founder Kopi&Kamu, Oka Nata; serta Founder Mamuju Dagang, Rahmat. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Acara diteruskan dengan pemaparan materi yang dibuka oleh Diana Sumolang yang menyampaikan tema “Strategi Digital Marketing untuk Petani dan Nelayan di Tengah Pandemi Covid-19”.

Menurut Diana, selama ini kendala pemasaran produk pertanian dan perikanan, adalah rantai distribusi yang terlalu panjang, ketergantungan pada tengkulak, kurang akses informasi dan teknologi, serta sarana infrastruktur yang kurang memadai.

Sedangkan upaya transformasi digital bertujuan untuk menyejahterakan petani dan nelayan, ketahanan pangan, serta pertumbuhan ekonomi nasional. “Pemerintah harus membangun ekosistem kolaboratif dengan berbagai pihak untuk mewujudkan transformasi digital,” tuturnya.

Selanjutnya, Nita Sellya menyampaikan paparan berjudul “Etika Berjualan Produk Lokal Secara Online”. Ia mengatakan, etika pemasaran yang perlu dipegang teguh warganet dalam berjualan, di antaranya jujur, sabar, sopan, menjaga kerahasiaan data pelanggan, menepati janji, dan peduli.

Sedangkan hal-hal yang perlu dihindari misalnya, tidak menggunakan foto orang lain tanpa izin, serta jangan spamming. “Sebagai penjual, kita harus menjawab semua pertanyaan pelanggan dengan sabar,” jelas dia.

Pemateri ketiga, Oka Nata, memaparkan materi bertema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, tawaran, diskon, promo, dan godaan untuk membeli suatu produk di internet menjadikan warganet terpengaruh gaya hidup konsumtif.

Seharusnya, kemudahan teknologi dapat mendorong ke arah produktif dengan memanfaatkan peluang yang ada di platform daring. “Lakukan hal yang bermanfaat untuk jangka panjang dan jangka pendek, beli yang dibutuhkan dan bukan yang diinginkan,” ujarnya.

Adapun Rahmat, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Main Aman saat Belanja Online”. Ia mengatakan, kiat aman dalam berbelanja di internet diantaranya, memilih e-dagang yang aman, membaca ulasan dan deskripsi produk, bandingkan harga dan kualitas barang, menentukan cara pembayaran yang aman, serta jangan membagikan kode rahasia.

“Hati-hati, kita kadang menerima surel palsu yang menautkan ke situs yang akan menanyakan informasi pribadi,” katanya.

Selanjutnya, Aguslia Hidayah membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif. Dani Setiawan, salah satu peserta, bertanya tentang edukasi apa saja yang telah diberikan ke petani dan nelayan.

Menanggapi hal tersebut, Diana Sumolang bilang, saat ini banyak pelatihan agar petani, nelayan, dan para penyuluh memahami proses transformasi digital dan pemasaran daring. (*)

 Komentar

 Terbaru

BERITA11 Agustus 2022 18:39
Lantik Putri Dakka Jadi Ketua NasDem Luwu Utara, Rusdi Masse: Perempuan Tangguh yang Punya Keihlasan
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Putri Dakka resmi memimpin DPD Partai NasDem Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Pengusaha cantik asal Luwu Raya itu dilanti...
OLAHRAGA11 Agustus 2022 15:58
PSM Makassar Masuk Final AFC Cup 2022, Gubernur: Masyarakat Sulsel Bangga
MAKASSAR, DATAKITA.CO – PSM Makassar memberikan kado indah kepada Indonesia khususnya Sulsel menjelang 77 Tahun Kemerdekaan RI. PSM berhasil mas...
DAERAH10 Agustus 2022 18:58
Bupati Bantaeng Perkenalkan Produk Lokal Cokelat Sehat “Chocotua”
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Bupati Kabupaten Bantaeng, Ilham Syah Azikin memperkenalkan produk premium Industri Kecil Menengah (IKM) Chocotua dihapa...
BERITA10 Agustus 2022 17:05
Mendagri Puji Walikota Makassar Atas Keberhasilan Kendalikan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
PADANG, DATAKITA.CO – Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian menyebut nama Walikota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berkali-kali saat ...