Logo Datakita.co

Arifuddin Usman: Program Bapak Asuh DILAN Solusi Kesenjangan Sosial

Aditya
Aditya

Rabu, 28 Oktober 2020 14:30

Akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Arifuddin Usman
Akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Arifuddin Usman

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Arifuddin Usman, mengapresiasi strategi penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan sosial dari pasangan nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda. Salah satu solusi dari paket dengan akronim DILAN itu adalah program Bapak Asuh atau Bapak Angkat untuk warga kurang mampu, khususnya anak yatim piatu maupun anak panti asuhan.

Menurut Arifuddin, program Bapak Asuh yang digagas DILAN sangat inovatif dan brilian. Melalui program tersebut, pemerintah dan swasta berkolaborasi menekan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial. Teknisnya, setiap pejabat pemerintahan dan pengusaha besar diberikan tanggung jawab untuk membantu warga yang terpuruk dalam kemiskinan, khususnya anak yatim piatu.

“Program Bapak Asuh itu sangat brilian, bisa menjadi solusi mengatasi kesenjangan sosial di Kota Makassar. Program itu dalam jangka panjang juga akan mampu mengentaskan kemiskinan, ya karena setiap anak termasuk yang kurang mampu dijamin sekolah dan kebutuhan dasarnya oleh bapak asuh,” ucap eks Wakil Rektor (Warek) III UNM Bidang Kemahasiswaan, Rabu (28/10/2020).

Selain itu, program Bapak Asuh itu juga dapat menguatkan sinergitas antara pemerintah dan pihak swasta. Menurut dia, memang sudah seharusnya pemerintah menggandeng pihak swasta dalam mensukseskan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak. Apalagi, pihak swasta memang memiliki anggaran CSR yang dapat dioptimalkan untuk membantu masyarakat.

Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal, menyampaikan program Bapak Asuh itu tidak akan memberatkan pejabat dan pengusaha. Pihaknya tentu akan melihat kemampuan pejabat maupun pengusaha yang akan diberikan tanggung jawab.

“Kita punya program Bapak Angkat atau Bapak Asuh. Jadi untuk anak yatim piatu dan anak panti asuhan maupun anak dari warga kurang mampu akan diasuh oleh pejabat pemerintah kota dan dunia usaha,” jelas kader Muhammadiyah itu.

“Tentu bagi pihak swasta, tidak ditunjuk begitu saja sebagai bapak asuh. Tanggung jawab sosialnya itu akan dikompensasi dalam bentuk lain. Mungkin saja dalam bentuk insentif atau bisa juga keringanan pajak, atau kebijakan lainnya,” sambung Ketua PMI Makassar itu.

Program Bapak Asuh ini bagian dari program besar Kota Macca alias Makassar Kota Cerdas dan Ceria. Ia juga menyebut program ini bagian dari Makassar Maju, pilar dari visi Dilan menuju Makassar Kota Sombere. (*)

 Komentar

 Terbaru

POLITIK29 November 2020 14:59
Bukan ke Deng Ical, Penyanyi Dangdut Asal Selayar Ini Dukung Irman-Zunnun
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Penyanyi dangdut asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Aty Kodong berkunjung ke Rumah Perjuangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunn...
BERITA29 November 2020 13:29
IDI: Sudah 180 Dokter Wafat Akibat Covid-19
JAKARTA, DATAKITA.CO – Kabar duka kembali disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setelah empat orang anggotanya meninggal dunia dalam tu...
OLAHRAGA29 November 2020 12:35
Real Madrid Apes! Dipermalukan di Kandang, Eden Hazard pun Cedera
DATAKITA.CO – Juara bertahan La Liga yang goyah Real Madrid benar-benar lagi apes. Tim ini mengalami kekalahan mengejutkan di kandang oleh Alave...
DAERAH29 November 2020 11:02
Menangkan Anir-Lutfi, Sandiaga Uno Investasi Air Bersih ke Pangkep
PANGKEP, DATAKITA.CO – Politikus Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kampanye tatap muka bersama pasangan calon bupati dan wakil ...