Logo Datakita.co

Anjal dan Gepeng Menjamur, Arifin Dg Kulle: Mereka Harus Dibina

Aditya
Aditya

Senin, 20 September 2021 18:09

Ketua Komisi C DPRD Makassar, Arifin Dg Kulle sosialisasikan Perda Pembinaan Anjal dan Gepeng, di Hotel Grand Town, Senin (20/9/2021).
Ketua Komisi C DPRD Makassar, Arifin Dg Kulle sosialisasikan Perda Pembinaan Anjal dan Gepeng, di Hotel Grand Town, Senin (20/9/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Arifin Dg Kulle kembali menemui konstituen. Agendanya, sosialisasi peraturan daerah (perda) nomor 2 tahun 2008 tentang pembinaan Anak Jalan dan Gelandangan, Pengemis, Pengamen di Makassar.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Town, Jalan Pengayoman, Senin (20/9/2021). Hadir sebagai narasumber, Lurah Manuruki Ari Fadli dan Ketua Karang Taruna Manuruki Isak.

Pada kesempatan ini, Arifin Dg Kulle membahas pembinaan Anak Jalan (Anjal) dan Gelandangan, Pengemis (Gepeng). Pasalnya, keberadaan mereka mulai menjamur sehingga menganggu tatanan kota.

Sebab, kata politisi Demokrat ini, tujuan perda terbentuk yakni memberikan perlindungan dan menciptakan ketertiban serta ketentraman di masyarakat. Termasuk, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia.

“Tujuannya lainnya dari regulasi ini yaitu menciptakan perlakuan yang adil dan proporsional dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat,” jelas Arifin Dg Kulle.

Olehnya itu, ia berharap, peserta kegiatan bisa ikut berkontribusi dengan membantu sebarluaskan Perda tentang Pembinaan Anjal dan Gepeng.

“Saya harap peserta bisa membantu menyebarluaskan perda ini mendengar pembahasan dari para narasumber,” ujarnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan Ari Fadli menyampaikan, sosialisasi ini bentuk kinerja legislatif untuk masyarakat. Sebab, semua produk harus disebarluaskan sebagai pertanggungjawaban baik ke pemerintah juga ke warga.

“Perda ini membahas anjal dan gepeng. Hal ini bentuk fenomena di kota metropolitan dan ini hal yang lumrah,” jelas Ari Fadli.

Di Makassar, Ari mengungkapkan, anjal dan gepeng yang beredar di lampu jalan itu dominan bukan masyarakat Makassar. Mereka merupakan warga pendatang yang mengais rejeki.

“Jadi 80 persen itu anjal dan gepeng di Makassar warga luar Makassar. Ini menjadi dilematis pemerintah terkait penindakan,” katanya. (*)

 Komentar

 Terbaru

DAERAH27 Oktober 2021 16:09
191 Rumah di Wajo Rusak Diterjang Puting Beliung
WAJO, DATAKITA.CO – Angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Wajo, pada Selasa siang kemarin (26/10/2021). Sedikitnya 191 rumah rusak. R...
MAKASSAR27 Oktober 2021 15:22
Beri Kuliah Umum di UNM, Danny: Potensi Pemuda di Makassar Sangat Luar Biasa
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto membakar semangat mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) lewat kulia...
DAERAH27 Oktober 2021 11:49
Polisi Dirikan Posko Pantau Pendaki Gunung Bawakaraeng
GOWA, DATAKITA.CO – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gowa melalui Polsek Tinggimoncong mendirikan posko pemantauan Gunung Bawakaraeng. Pendirian po...
MAKASSAR27 Oktober 2021 11:13
Satgas Raika Tertibkan Pemuda yang Konsumsi Miras
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tim Satgas Raika Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, bersama unsur TNI-Polri menertibkan sejumlah pemuda yang mengkons...