MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dapat menimbulkan peningkatan mobilitas masyarakat dan masalah-masalah lainnya, termasuk potensi pelanggaran protokol kesehatan.

“Olehnya itu perlu dikelola segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan upaya koordinasi dan kolaborasi pemerintah dan masyarakat agar dapat merayakan dengan aman, nyaman dan sehat,” kata Irjen Nana Sudjana saat memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral guna terciptanya situasi kondusif dalam momen perayaan Natal dan Tahun Baru, Selasa (21/12/2021).
Irjen Nana Sudjana juga menekankan adanya sinergitas antarinstansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga :
“Saya harap peserta memanfaatkan kegiatan Rakor ini dalam menentukan langkah-langkah atau cara bertindak demi tercapainya keamanan yang kondusif,” jelas mantan Kapolda Sulawesi Utara ini.
Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Komisaris Besar Ade Indrawan menambahkan dalam pengamanan Nataru yang dirangkaikan dengan Operasi Lilin, sebanyak 4.550 personel dilibatkan.
Personel tersebut merupakan gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran.
Dalam penerapannya di lapangan, Ade mengatakan secara umum akan mengacu pada instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 66 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pada Saat Natal 2021 dan Tahun baru 2022.
Namun fokus utama pengamanan kata dia adalah gereja atau rumah ibadah termasuk sentra-sentra keramaian. Tapi bukan pembatasan atau penyekatan di perbatasan.
“Sekitar 4.550 personel disiapkan dan fokus pada sentra-sentra keramaian dan tempat ibadah. Preemtif, preventif akan lebih diutamakan. Itu adalah hasil dari rapat koordinasi lintas sektor. Intinya ini adalah operasi kemanusiaan untuk antisipasi lonjakan Covid-19,” jelasnya.








Komentar