MAKASSAR, DATAKITA.CO – Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari yang masih sementara dalam tahap pengerjaan, terus mendapat keluhan dari masyarakat di Kota Makassar.

Proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Pusat dibangun di beberapa kecamatan yang ada di Kota Makassar, hanya saja mengganggu aktivitas warga dan pengendara.
Sebab, proyek tersebut proses pengerjaannya terbilang tidak optimal karena belum selesai di satu titik dilakukan lagi pengerjaan pada titik lain.
Baca Juga :

Kali ini, keluhan tersebut datang dari salah satu warga Kecamatan Tamalate saat Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Rachmatika Dewi melakukan reses dan temu konstituen masa persidangan II tahun anggaran 2022/2023, di Kecamatan Tamalate, Selasa (21/2/2023).
Menanggapi persoalan tersebut, anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi mengaku bahwa masalah tersebut memang sering dikeluhkan warga sejak proyek tersebut dilakukan.
Legislator Nasdem Sulsel yang akrab disapa Cicu ini mengatakan, proyek pengerjaan IPAL Losari merupakan kewenangan dari pemerintah pusat untuk menindaklanjuti.

“Kita sudah ketahui galian IPAL yang cukup banyak di Kota Makassar ini, makanya dibutuhkan koordinasi antara Pemerintah Kota dan pusat agar bagaimana proyek tersebut bisa cepat selesai dan tidak menggangu lagi aktivitas warga,” ujarnya.
Selain itu, Cicu juga mendapat aspirasi masyarakat soal pengerukan saluran drainase yang ada di sepanjang jalan daeng tata, Kecamatan Tamalate.
“Persoalan pengerukan drainase memang selalu dikeluhkan oleh masyarakat,” kata Ketua Komisi D DPRD Sulsel ini.

Cicu bahkan sudah menghubungi pihak Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulsel untuk segera ditindaklanjuti terkait aspirasi warga.
“Saya sudah koordinasi dengan Kadis PU Provinsi, mudah-mudahan bisa dijawab dan Insya Allah kami akan bantu carikan solusi,” ungkapnya. (*)








Komentar