Logo Datakita.co

Pesan Tanri Abeng: Jangan Pilih “Walikota Gunting Pita”

Aditya
Aditya

Senin, 07 Desember 2020 14:49

Mantan Menteri BUMN, Tanri Abeng. (Int)
Mantan Menteri BUMN, Tanri Abeng. (Int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Perhelatan Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar mengundang reaksi tokoh pengusaha nasional Tanri Abeng. Mantan Menteri BUMN itu menekankan tiga poin kepada warga Makassar untuk menentukan pilihannya.

“Kota Makassar hanya akan sebaik pemimpinnya. Dan pemimpinnya itu adalah Walikota. Jadi jangan salah pilih. Kalau salah pilih akan berdampak pada kemunduran Kota Makassar. Ingat, ini lima tahun loh,” kata Tanri Abeng.

Menurutnya, kriteria calon yang pantas memimpin Kota Makassar harus berkarakter intelektual yang cerdas, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Karakter itu bisa membawa Kota Makassar sebagai kota pendidikan, perdagangan, dan pariwisata.

Di samping sebagai kota yang berpendidikan, tipikal warganya juga ada yang tinggal di lorong-lorong. Sehingga walikotanya harus punya energi untuk lebih banyak turun ke lorong-lorong berinteraksi dan melayani warga.

“Jangan pilih walikota ‘gunting pita’ saja. Pilih walikota yang punya energi dan bisa terjun ke lapangan berinteraksi dengan warga,” Tanri Abeng mengingatkan.

Untuk mengetahui figur yang betul-betul ingin membangun kota dan warganya, tidak hanya dilihat dari programnya. “Harus dipahami bahwa program itu adalah janji. Siapa pun bisa membuat program. Karena itu harus melihat kemampuannya untuk mengaplikasikan program yang dijanjikan kepada masyarakat,” kata Tanri.

Dia pun mengingatkan, untuk tidak memilih calon yang hanya janji-janji. Untuk itu integritas calon sangat penting menjadi dasar untuk menentukan pilihan.

“Untuk mengukur integritasnya, lihat track recordnya apakah figur ini hanya akan menjadi walikota ‘gunting pita’ atau benar-benar ingin menjadi pemimpin dan pelayan masyarakat yang baik. Ingat salah memilih Walikota akan membuat kemunduran Kota Makassar,” tegas Tanri.

Tanri mengingatkan, menjadi pemimpin itu berat. Apalagi memimpin kota besar seperti Makassar yang begitu sangat dinamis. Kota Makassar yang menjadi pusat pendidikan, perdagangan, dan pariwisata di Indonesia timur. Karena itu, figurnya harus energik, harus punya kecerdasan intelektual, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan tekonologi.

“Walikota Makassar itu harus mampu membangun kota ini yang sejak dulu dikenal sebagai kota pendidikan, kota perdagangan, dan kota pariwisata, hub Indonesia timur dan barat, bahkan hub internasional. Kalau salah memilih pemimpin maka Kota Makassar akan mengalami kemunduran,” kata insiator kawasan Gowa Makassar Tourism and Development (GMTD) itu.

Meurut dia, dengan potensi Makassar yang sedemikian melimpah, walikota harus mampu mendatangkan investor untuk bersama-sama membangun perekonomian. “Itu kami lakukan pada 1990-an lalu. Saat itu Pemda (Gubernur Prof Ahmad Amiruddin) mengajak saya untuk membangun Kota Makassar. Sehingga lahirlah Gowa Makassar Tourism Develpment. Inovasi-inovasi seperti itu hanya bisa terjadi kalau pemimpinnya kuat, cerdas, dan bisa beradaptasi dengan kemajuan. Apalagi saat ini, tekonologi sangat pesat, walikotanya harus punya kemampuan menangkap peluang-peluang itu,” tutur Tanri.

Karena itu, tokoh nasional asal Sulawesi Selatan itu berharap, warga Makassar yang akan menyalurkan hak pilihnya di pemilihan wali kota (Pilwalkot) Makassar, 9 Desember 2020, memperhatikan sejumlah kriteria penting pada calon pemimpin pilihannya.

Dia mengingatkan, jangan pilih calon yang hanya bisa mengumbar janji. “Pilih calon dengan melihat rekam jejak kepemimpinan yang bisa diukur. Baik sebagai pengusaha, politisi, atau birokrat,” pungkas Tanri.

“Pilih pemimpin yang memiliki intelectual capacity, haruslah berpendidikan, cerdas, kreatif, dan bisa beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi. Seperti perubahan ke era digitalisasi, revolusi teknologi informasi, semua kriterianya dapat diukur.” ujar Tanri.

Menurutnya, jika seorang Wali Kota Makassar memiliki integritas yang baik, maka para pengusaha dari luar Makassar akan berbondong-bondong datang berinvestasi di Makassar. Sebagai basis kota terbesar di kawasan timur Indonesia.

Kota Makassar, di mata sosok ekonom kelahiran Selayar yang memiliki segudang pengalaman memimpin perusahaan multi nasional ini, sangat strategis.

Karena berada di antara kawasan timur dan kawasan barat Indonesia, yang dikenal sejak zaman VOC di Abad ke-17, sebagai pelabuhan andalan yang dilintasi para pedagang kopra dan rempah-rempah. Dari Maluku ke semenanjung Melayu.

Tanri juga menegaskan, posisi Makassar sangat strategis sebagai pusat perdagangan yang dapat meningkatkan pendapatan daerah dan warganya.

Pusat pendidikan bagi warga dari daerah-daerah di kawasan timur, serta hub pengembangan pariwisata di kawasan timur Indonesia. Jika pariwisata Makassar maju maka warganya juga akan maju.

“Makassar dari dulu sudah dikenal sebagai kota pendidikan untuk orang-orang dari timur, seperti Ambon dan Manado, Makassar tempat mendidik para pemimpin di dunia usaha, pemerintahan, dan politik, sampai mereka ke Jakarta,” tambah tokoh yang pernah dijuluki Manajer 1 Miliar di era 1990-an ini.

Terakhir, Tanri menilai perkembangan Kota Makassar dari pengamatannya, sudah makin maju dalam berbagai sektor dan jumlah penduduk miskinnya makin berkurang.

“Perkembangan Makassar cukup bagus, maju secara fisik, saya mengikuti perkembangannya. Kontinuitas dan sustainabilitasnya harus makin baik,” pungkas Tanri. (*)

 Komentar

 Terbaru

Awal Ramadhan, Harga Sembako di Pasar Sukamaju dan Bonebone Stabil
DAERAH14 April 2021 18:36
Awal Ramadhan, Harga Sembako di Pasar Sukamaju dan Bonebone Stabil
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Sekretaris Daerah Luwu Utara, Armiadi, menggelar inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar besar, yaitu Pasar Sukamaju da...
Sulsel Ekspor Komoditi Ikan Senilai Rp 97 Miliar
EKOBIS14 April 2021 17:43
Sulsel Ekspor Komoditi Ikan Senilai Rp 97 Miliar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melaunching program Indonesia Satu Ekspor,...
Sebut Penanganan Covid-19 di Sulsel Sudah Terkendali, Sekprov: Jangan Lengah
MAKASSAR14 April 2021 14:16
Sebut Penanganan Covid-19 di Sulsel Sudah Terkendali, Sekprov: Jangan Lengah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sekprov Sulsel), Abdul Hayat Gani, menerima kunjungan kerja Tim Kemenpolhulkam ...
Dinkes Tetap Gelar Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadhan
BERITA14 April 2021 13:37
Dinkes Tetap Gelar Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadhan
SINJAI, DATAKITA.CO – Pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai tetap melangsungkan program vaksinasi Covid-19 di tengah puasa bulan Ramadh...