Logo Datakita.co

Pengamat Sebut Ada yang Galau Hadapi Pergerakan Anir-Lutfi di Pilkada Pangkep

Aditya
Aditya

Jumat, 30 Oktober 2020 08:56

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf.

PANGKEP, DATAKITA.CO – Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf menilai, kampanye hitam yang dialami pasangan calon Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi), menjadi bukti pasangan nomor urut 4 ini kian diperhitungkan di Pilkada Pangkep.

“Dalam hal kontestasi politik seperti ini, ada terpaan atau tuduhan sifatnya fitnah memang sering terjadi. Dan yang biasa diterpa hal demikian itu biasanya calon yang diperhitungkan. Jadi selamat kepada Anir karena ada yang galau dan khawatir, psikologi mereka terganggu, karena tidak bisa lagi beradu gagasan,” kata Ibnu, Kamis (29/10/2020).

Menurutnya, pergerakan Anir-Lutfi dan tim, memang sudah sangat baik. Tren elektabilitas pasangan ini juga semakin positif.

“Anir selalu hadir di masyarakat, di akar rumput, bersosialisasi sampai di media. Pendekatan ini saya rasa Anir memiliki kelengkapan yang matang. Bisa dikatakan ujian untuk kemenangan,” kata dia.

Ibnu menjelaskan, selain mempelajari dan mengambil langkah hukum dari video tersebut, Anir-Lutfi dan tim tidak perlu menanggapi secara berlebihan, apalagi sampai terprovokasi.

“Pengamatan saya, Anir cukup tenang dan tidak gusar dengan isu tersebut. Dan saya lihat memang bukan kelas Anir menanggapi isu ini. Hal ini cukup bagus untuk psikologi tim. Karena yang terpenting bagi Anir-Lutfi saya pikir harus tetap solid. Kalau bisa semakin diterpa badai, Anir semakin kompak,” jelasnya.

Apalagi soal kampanye negatif “Jangan Jadikan Perempuan Pemimpin”. Isu gender bukan hal yang relevan lagi di masa sekarang ini.

“Beda masanya sekarang. Persoalan emansipasi wanita, tidak tabu lagi. Laki-laki juga cukup siap dipimpin seorang perempuan yang tentu secara konsep jelas dan matang. Tidak relevan-lah, sekarang sudah modernisasi, globalisasi dan zaman milenial,” pungkas Ibnu Hajar. (*)

 Komentar

 Terbaru

Target Gelora Sulsel di Pileg 2024: 1 Dapil 1 Kursi
POLITIK07 Maret 2021 22:31
Target Gelora Sulsel di Pileg 2024: 1 Dapil 1 Kursi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Ketua DPW Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Sulawesi Selatan Syamsari Kitta mengatakan, partainya menggelar rap...
Mayat Dalam Karung Gegerkan Warga Gowa, Belum Diketahui Identitasnya
BERITA07 Maret 2021 19:08
Mayat Dalam Karung Gegerkan Warga Gowa, Belum Diketahui Identitasnya
GOWA, DATAKITA.CO – Sesosok mayat tanpa identitas terbungkus karung menggegerkan warga Desa Panaikang, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa. Ma...
Andi Fahsar Berpeluang Besar Kembali Pimpin Golkar Bone
POLITIK07 Maret 2021 15:40
Andi Fahsar Berpeluang Besar Kembali Pimpin Golkar Bone
BONE, DATAKITA.CO – Hingga kini, DPD II Golkar Kabupaten Bone belum menjadwalkan musyawarah daerah (musda), yang salah satu agendanya pemilihan ketu...
Target 1.800, Baru 430 Orang di Luwu Utara Divaksin Covid-19 Tahap Kedua
DAERAH07 Maret 2021 13:21
Target 1.800, Baru 430 Orang di Luwu Utara Divaksin Covid-19 Tahap Kedua
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Luwu Utara terus berupaya mencapai target vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Un...