Logo Datakita.co

Menag Sebut Bugis-Makassar Punya Modal Sejarah sebagai Pusat Keilmuan

Fadli
Fadli

Minggu, 14 September 2025 08:49

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat Tabligh Akbar di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sabtu (13/9/25). (dok. kemenag)
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat Tabligh Akbar di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sabtu (13/9/25). (dok. kemenag)

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan mimpinya untuk menghidupkan Baitul Hikmah, pusat intelektual di masa keemasan Islam, di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Menag, Makassar dan Bugis telah memiliki modal historis yang kuat sebagai pusat keilmuan.

Hal ini disampaikan Menag di hadapan civitas academica Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar saat Tabligh Akbar dalam rangka Dies Natalis ke-69. Menag berharap peradaban Islam bangkit di Indonesia timur dan Makassar sebagai episentrumnya. Hal ini

“Saya bermimpi sebetulnya, seandainya Darul Hikmah, Baitul Hikmah, bisa hidup kembali di kawasan timur Indonesia ini. Jika kita bisa menjadi episentrum peradaban Islam dunia di masa depan, Makassar akan menjadi sebuah kota yang sangat terkenal,” ujar Menag di Makassar, Sabtu (13/9/25).

Menag mengutip buku Profesor Dennis Lombang yang menyatakan bahwa pada abad ke-14 hingga ke-16, Bugis Makassar sudah memiliki keunggulan intelektual di Asia Tenggara.

Menag juga mengungkapkan bahwa koleksi manuskrip Bugis Makassar yang ada di perpustakaan Leiden, Belanda, adalah yang terbesar. Hal ini menunjukkan kekayaan intelektual yang pernah dimiliki.

“Jika kita ke perpustakaan di Leiden University sana, kita akan menemukan kavling-kavling yang banyak berisikan manuskrip-manuskrip Bugis. Ini menandakan kita pernah melewati masa yang sangat harum sekali,” ujarnya.

Menurut Menag, sebagai sesama lembaga pendidikan, tidak hanya UIN atau PTKN saja yang berkewajiban untuk pengembangan keilmuan Islam, tetapi itu kewajiban semua lembaga pendidikan.

“Tidak hanya PTKN atau UIN yang boleh mengembangkan keilmuan Islam, apapun itu demi perkembangan intelektual harus kita dorong,” tuturnya.

Menag menambahkan, dengan stabilitas ekonomi dan politik, Indonesia kini menjadi negara yang paling cocok untuk memimpin peradaban Islam modern.

Ia berpendapat bahwa Timur Tengah telah selesai dengan tugasnya melahirkan Islam dan kini tidak lagi memiliki tempat yang kondusif untuk Baitul Hikmah, terutama dengan adanya konflik geopolitik.

“Indonesia memiliki stabilitas ekonomi dan politik yang lebih baik, dengan inflasi terendah di antara negara-negara Muslim dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik, kita pasti akan maju,” tandasnya.

Turut mendampingi Menag, Stafsus Menteri Agama Bunyamin M Yafid, Rekktor UNHAS Jamaluddin Jompa, Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhanis, Kepala Kanwil Sulsel Ali Yafid, Kepala Kankemenag Maros Muhammad.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR18 Mei 2026 22:53
Lapak PKL di Tallo Ditertibkan, Jalan Sunu Disiapkan Jadi Solusi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kecamatan Tallo, Kota Makassar, kembali melaksanakan penertiban terhadap lapak pedagang kaki lima (PKL) yang ...
OLAHRAGA18 Mei 2026 19:32
Muhammadiyah Games 2026: Widya Daniati Sumbang Dua Perak Panahan untuk Unismuh Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.COM – Atlet panahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Widya Daniati, meraih dua medali perak pada 1st Muhammadiyah...
MAKASSAR18 Mei 2026 18:20
Munafri: ASN Pemkot Harus Punya Karya, Literasi Jadi Fondasi Masa Depan Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi dan pengembangan perpustak...
PEMERINTAHAN17 Mei 2026 20:27
Pelatihan Vokasi Batch 2 Dibuka 19 Mei, Kuota 30 Ribu Peserta, Gratis dan Bersertifikat BNSP
JAKARTA, DATAKITA.CO – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2 dengan kuota 30 ribu ...