Logo Datakita.co

Kenakan Rompi Oranye, Mensos Juliari Batubara Ditahan di Rutan Guntur

Fadli
Fadli

Senin, 07 Desember 2020 01:58

Menteri Sosial Juliari P Batubara meninggalkan ruang pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (6/12/2020). Juliari P Batubara ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Kementerian Sosial usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kemensos. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Menteri Sosial Juliari P Batubara meninggalkan ruang pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (6/12/2020). Juliari P Batubara ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Kementerian Sosial usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kemensos. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

JAKARTA, DATAKITA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Adi Wahyono (AW) terkait kasus korupsi bantuan sosial untuk wilayah Jabodetabek 2020 yang sebelumnya telah menyerahkan diri.

“Untuk kepentingan penyidikan maka KPK telah melakukan penahanan kepada dua orang tersangka tersebut selama 20 hari terhitung mulai 6 Desember sampai 25 Desember 2020,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (16/12/2020).

Ia mengatakan tersangka Juliari ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur Jakarta. Sementara tersangka Adi ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

Sebagai bentuk pencegahan COVID-19 maka dua tersangka tersebut akan menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari di Rutan Cabang KPK di Gedung ACLC/Gedung KPK lama.

“Sebagaimana kita ketahui, saat ini kita masih dalam masa darurat COVID-19 maka terhadap dua tersangka tersebut dalam upaya pencegahan COVID-19 maka sebelum dilakukan penahanan akan dilakukan cek kesehatan untuk memastikan dua orang tersebut bebas COVID-19 dan selanjutnya akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC),” ujar Firli, dikutip dari Antara.

Sebelumnya, dua tersangka telah menyerahkan diri setelah diumumkan sebagai tersangka kasus tersebut. Juliari menyerahkan diri ke KPK pada Minggu dini hari pukul 02.50 WIB. Selanjutnya Adi menyerahkan diri pada pukul 09.00 WIB.

Juliari ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW).

Sedangkan pemberi suap, yakni dua orang dari pihak swasta Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS).

Untuk tiga tersangka lainnya telah ditahan terlebih dahulu terhitung sejak 5 Desember 2020 sampai dengan 24 Desember 2020.

Tersangka Matheus ditahan Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Ardian di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur Jakarta, dan Harry di Rutan Cabang KPK di Gedung ACLC.

KPK menduga Mensos menerima suap senilai Rp17 miliar dari “fee” pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak COVID-19 di Jabodetabek.

“Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima ‘fee’ Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS (Matheus Joko Santoso) kepada JPB (Juliari Peter Batubara) melalui AW (Adi Wahyono) dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu dini hari.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

“Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang ‘fee’ dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB,” tambah Firli.

Sehingga total suap yang diduga diterima Juliari adalah senilai Rp17 miliar. (*)

 Komentar

 Terbaru

Danny Tunjuk 16 Pelaksana Tugas dan Tak Lanjutkan Proyek Jalan Metro
MAKASSAR01 Maret 2021 23:31
Danny Tunjuk 16 Pelaksana Tugas dan Tak Lanjutkan Proyek Jalan Metro
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto bersama Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi menggelar rapat pengarahan perta...
Bertemu Bupati Sidrap, DPRD Sulsel Bahas Penanganan Covid-19 dan Kesiapan Penerimaan CPNS
POLITIK01 Maret 2021 21:06
Bertemu Bupati Sidrap, DPRD Sulsel Bahas Penanganan Covid-19 dan Kesiapan Penerimaan CPNS
SIDRAP, DATAKITA.CO – Bupati Sidrap H Dollah Mando menerima rombongan DPRD Sulsel yang dipimpin langsung Ketua DPRD Andi Ina Kartika Sari. Perte...
Plt Gubernur Andi Sudirman: Roda Pemerintahan harus Berjalan
BERITA01 Maret 2021 20:03
Plt Gubernur Andi Sudirman: Roda Pemerintahan harus Berjalan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengajak para jajarannya untuk fokus bekerja dan menjaga p...
Pemkab Gowa Gandeng Empat Pihak Kembangkan Peternakan
DAERAH01 Maret 2021 18:27
Pemkab Gowa Gandeng Empat Pihak Kembangkan Peternakan
GOWA, DATAKITA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan 4 pihak terkait program pete...