Logo Datakita.co

Kata Sri Mulyani, Belanja Negara hingga Juli 2020 Tumbuh 1,3 Persen

Fadli
Fadli

Selasa, 25 Agustus 2020 14:05

Sri Mulyani (int)
Sri Mulyani (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat belanja negara hingga Juli 2020 tumbuh 1,3 persen (yoy) yaitu sebesar Rp1.252,4 triliun dari Rp1.236,3 triliun pada periode sama tahun lalu.

Sri Mulyani mengatakan realisasi Rp1.252,4 triliun tersebut merupakan 45,7 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp2.739,2 triliun.

“Belanja negara mencapai Rp1.252,4 triliun diprioritaskan untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN),” katanya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (25/8), dikutip dari Antara.

Pertumbuhan belanja negara ditunjang oleh belanja pemerintah pusat sebesar Rp793,6 triliun yang tumbuh 4,2 persen dari periode sama 2019 yakni Rp761,3 triliun dan 40,2 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 Rp1.975,2 triliun.

Belanja pemerintah pusat terdiri atas realisasi belanja K/L Rp419,6 triliun atau 50,2 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 Rp836,4 triliun dan belanja non-K/L Rp374 triliun atau 32,8 persen dari target Rp1.138,9 triliun yang mampu tumbuh 9,5 persen.

Untuk belanja K/L meliputi belanja pegawai Rp134,4 triliun atau 52,4 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp256,6 triliun dan terkontraksi 10,5 persen (yoy) karena adanya perubahan kebijakan pembayaran THR dan gaji ke-13.

Kemudian, belanja barang Rp121,4 triliun atau 44,7 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp271,7 triliun, turut terkontraksi hingga 17 persen (yoy) yang dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan sosial dan bekerja dari rumah.

Hal itu membuat realisasi untuk perjalanan turun 62,8 persen yaitu dari Rp21,5 triliun menjadi Rp8 triliun dan kegiatan barang diserahkan kepada masyarakat turut turun 22,1 persen dari Rp13,2 triliun menjadi Rp10,3 triliun.

“Belanja barang yang sifatnya operasional dan nonoperasional juga mengalami penurunan di 24,6 persen. Ini dilakukan untuk yang berkaitan dengan kegiatan K/L akibat tidak ada training dan tidak ada event,” katanya.

Belanja modal terealisasi Rp46,8 triliun atau terkontraksi 3,3 persen karena adanya restrukturisasi proyek dalam rangka refocusing penanganan COVID-19.

Belanja bantuan sosial terealisasi Rp117 triliun atau 68,6 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp170,7 triliun dan mampu tumbuh hingga 55,9 persen yang salah satunya karena adanya perubahan kebijakan pada program kartu sembako/BPNT.

Sementara untuk belanja non-K/L terealisasi Rp374 triliun atau 32,8 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp1.138,9 triliun dan mampu tumbuh 9,5 persen dibanding Juli tahun lalu Rp341,4 triliun.

Selanjutnya, transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) terealisasi Rp458,8 triliun atau terkontraksi 3,4 persen dibanding periode sama 2019 Rp475,1 triliun.

Realisasi TKDD yang mencapai 60,1 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp763,9 triliun ditunjang oleh realisasi dana desa yang tumbuh 50,7 persen yakni Rp47,9 triliun, sedangkan untuk TKD terkontraksi 5,1 persen yaitu Rp410,9 triliun. (*)

 Komentar

 Terbaru

BERITA15 Mei 2021 15:39
Antisipasi Covid-19, Pengunjung Hutan Mangrove Tongke-tongke Dicek Suhu Tubuhnya
SINJAI, DATAKITA.CO – Libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, objek wisata yang tetap buka menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya ...
BERITA15 Mei 2021 15:12
Nongkrong Sambil Kantongi Tembakau Gorila, Pemuda Ini Digelandang Polisi
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Seorang pemuda yang masih berusia 17 tahun diamankan Tim Thunder Dit Samapta Polda Sulsel. Pemuda ini kedapatan menganto...
DAERAH15 Mei 2021 11:36
Parepare Nol Kasus Aktif Covid, Dinkes: Masyarakat Jangan Lengah
PAREPARE, DATAKITA.CO — Pemerintah Kota Parepare sukses mengendalikan angka kasus Covid-19. Bahkan di saat momen lebaran. Hingga kini, Pemkot Parepa...
BERITA15 Mei 2021 10:11
Satu Rumah di Sinjai Rusak Parah Tertimpa Material Longsor
SINJAI, DATAKITA.CO — Sebuah rumah di Desa Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai mengalami rusak parah setelah tertimpa material long...