Logo Datakita.co

Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Naik Mulai Hari Ini, Segini Besarannya

Fadli
Fadli

Jumat, 01 Januari 2021 11:34

Ilustrasi: aktivitas di salah satu kantor BPJS Kesehatan. (int)
Ilustrasi: aktivitas di salah satu kantor BPJS Kesehatan. (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Iuran BPJS Kesehatan naik mulai hari ini, Jumat (1/1). Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini hanya berlaku untuk peserta BPJS kelas III.

Kenaikan menyasar iuran kepesertaan kelas Penerima Bantuan Iuran (PBI), Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), dan peserta BP dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 yang merupakan perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Secara nominal, sebenarnya besaran iuran untuk kelompok tersebut tetap Rp42 ribu per orang per bulan. Namun pemerintah mengurangi subsidi yang diberikan untuk peserta BPJS Kesehatan kelas III.

“Iuran bagi peserta PBI Jaminan Kesehatan Nasional yaitu sebesar Rp42 ribu per orang per bulan,” tulis Pasal 29 ayat I tersebut, dikutip, Senin (1/1).

“Besaran iuran bagi peserta PBPU dan peserta BP dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III, yaitu sama dengan iuran bagi peserta PBI Jaminan Kesehatan Nasional,” demikian dikutip dari pasal 34 ayat 1 Perpres tersebut.

Peserta PBI, PBPU, dan BP biasanya membayar iuran Rp25.500 per orang per bulan dan pemerintah memberikan subsidi Rp16.500 per orang per bulan.

Dikutip dari CNN Indonesia, subsidi tersebut dikurangi menjadi Rp7.000 per bulan sehingga peserta BPJS kelas III harus membayar Rp35.000 per orang per bulan. Dengan kata lain kenaikan iuran BPJS Kesehatan kelas III itu sebesar Rp9.500.

Sementara Untuk iuran kepesertaan PBPU dan peserta BP kelas I dan II tidak ada kenaikan, masing-masing membayar Rp150 ribu dan Rp100 ribu.

Kenaikan iuran dikhawatirkan bisa membuat tunggakan bertambah. Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan data per 30 September 2020 menunjukkan 52 persen peserta mandiri BPJS Kesehatan kelas I-III masih menunggak membayar iuran. Angka ini diprediksi naik jika subsidi kelas III dikurangi sehingga mempengaruhi besaran iuran.

“Peserta yang nunggak itu 52 persen atau sekitar 16 juta orang dari 30 juta peserta mandiri kelas I sampai II. Artinya, dengan kondisi pandemi, daya beli masyarakat belum baik,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia. (*)

 Komentar

 Terbaru

Jam Malam di Makassar Akan Diganti Protokol Normal Baru, Ini Penjelasan Danny
MAKASSAR05 Maret 2021 20:00
Jam Malam di Makassar Akan Diganti Protokol Normal Baru, Ini Penjelasan Danny
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan akan meniadakan jam malam yang sebelumnya diberlaku...
Gunakan Geotextille, Penanganan Banjir di Luwu Utara Jadi Percontohan Nasional
DAERAH05 Maret 2021 17:14
Gunakan Geotextille, Penanganan Banjir di Luwu Utara Jadi Percontohan Nasional
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Adenan Rasyid mengungkapkan bahwa penanganan pascabenc...
Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Maros Sasar ASN hingga Pedagang Pasar
DAERAH05 Maret 2021 16:59
Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Maros Sasar ASN hingga Pedagang Pasar
MAROS, DATAKITA.CO – Dinas Kesehatan Kabupaten Maros melaksanakan vaksinasi Covid Tahap II di Gedung Serbaguna setelah sehari sebelumnya diadaka...
Berantas Rokok Ilegal, Bea Cukai Malili dan Satpol-PP Lutim Gelar Operasi Pasar
DAERAH05 Maret 2021 11:45
Berantas Rokok Ilegal, Bea Cukai Malili dan Satpol-PP Lutim Gelar Operasi Pasar
LUWU TIMUR, DATAKITA.CO – Bea Cukai Malili bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Luwu Timur menggelar Operasi Pasar, Kamis (4...