Logo Datakita.co

Harga Kedelai Melonjak, Begini Penjelasan Mentan SYL

Fadli
Fadli

Senin, 04 Januari 2021 14:37

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. ANTARA/HO-Kementerian Pertanian
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. ANTARA/HO-Kementerian Pertanian

JAKARTA, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebutkan bahwa pihaknya segera menyiapkan ketersediaan kedelai dari produksi lokal, sebagai respons atas melonjaknya harga kedelai di pasar dunia.

Harga kedelai saat ini melonjak hingga Rp9.300 per kilogram dari harga tiga bulan lalu yang masih di kisaran Rp6.000-Rp7.000 per kg, berdasarkan data Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo).

“Ini menjadi pelajaran untuk kita semua sehingga kekuatan (produksi) lokal dan nasional harus menjadi jawaban dari kebutuhan (kedelai) itu,” kata SYL usai menggelar rapat bersama Gakoptindo di Kantor Pusat Kementan Jakarta, Senin (4/1/2021), dikutip dari Antara.

Mentan menilai bahwa harga kedelai di pasar dunia yang melonjak ini merupakan bagian dari kontraksi global. Meningkatnya harga kedelai dipengaruhi dari negara produsen utama, yakni Amerika Serikat.

Kementerian Perdagangan mencatat bahwa kenaikan harga dikarenakan kenaikan permintaan konsumsi dari China, negara importir kedelai terbesar dunia.

Indonesia yang menjadi negara importir kedelai terbesar setelah China, pun turut merasakan dampak dari kurangnya pasokan komoditas tersebut. Akibatnya, kenaikan harga kedelai itu menjadi beban bagi para perajin tahu dan tempe yang terpaksa harus meningkatkan harga jualnya.

Menyikapi hal tersebut, SYL menjelaskan bahwa Kementan telah berkoordinasi dengan integrator dan pengembang kedelai untuk menggenjot produksi dalam negeri.

Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini mengatakan bahwa setidaknya dibutuhkan waktu 100 hari dalam satu kali masa tanam dan panen kedelai. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produsen tahu dan tempe, Syahrul menyebutkan bahwa diperlukan dua kali masa tanam.

“Ini kan membutuhkan 100 hari minimal kalau pertanaman. Dua kali 100 hari bisa kita sikapi secara bertahap sambil ada agenda seperti apa mempersiapkan ketersediaannya. Kita juga bekerja sama dengan kementerian lain,” ujarnya.

 Komentar

 Terbaru

Walikota Imbau Masyarakat Segera Laporkan SPT Tahunan Sebelum 31 Maret 2021
MAKASSAR08 Maret 2021 17:41
Walikota Imbau Masyarakat Segera Laporkan SPT Tahunan Sebelum 31 Maret 2021
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar Ramdhan “Danny” Pomanto mengajak seluruh elemen masyarakat agar turut berpartisipasi aktif dan berkont...
Kasus Covid-19 Cenderung Turun, Luwu Utara Optimistis Segera Zona Kuning
DAERAH08 Maret 2021 13:48
Kasus Covid-19 Cenderung Turun, Luwu Utara Optimistis Segera Zona Kuning
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Pemkab Luwu Utara melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, sangat optimistis daerahnya segera masuk zona kun...
Ratusan TNI dan ASN Kodim Gowa Jalani Vaksinasi Covid-19
DAERAH08 Maret 2021 12:42
Ratusan TNI dan ASN Kodim Gowa Jalani Vaksinasi Covid-19
GOWA, DATAKITA.CO – Kabupaten Gowa melanjutkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diperuntukkan bagi pelayanan publik dan lansia. Salah satunya unt...
PKB Luwu Timur Target Satu Fraksi di DPRD
POLITIK08 Maret 2021 10:53
PKB Luwu Timur Target Satu Fraksi di DPRD
LUWU TIMUR, DATAKITA.CO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Luwu Timur menggelar kegiatan Pra Musyawarah Cab...