Logo Datakita.co

Gubernur Temukan Sedimen di Danau Tempe Akibat Pembukaan Lahan

Fadli
Fadli

Senin, 11 Januari 2021 17:37

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memantau Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terhubung dengan Danau Tempe menggunakan helikopter, Minggu (10/1/2021).
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memantau Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terhubung dengan Danau Tempe menggunakan helikopter, Minggu (10/1/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Bupati Wajo Amran Mahmud dan Bupati Sidrap Dollah Mando, memantau Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terhubung dengan Danau Tempe menggunakan helikopter, Minggu (10/1/2021).

Usai pemantauan, Gubernur mengungkapkan bahwa pendangkalan yang terjadi di Danau Tempe berasal dari produksi sedimen akibat aktivitas pembukaan lahan di sekitar daerah konservasi.

“Kita melihat kondisi aliran sungai baik Sungai Walanae dan sekitarnya ada beberapa pembukaan lahan baru lagi. Padahal harusnya kita berharap tidak ada lagi alih fungsi lahan karena di atas ini adalah daerah konservasi,” ungkapnya.

Ia menyebutkan akan segera melakukan koordinasi bersama Dinas Kehutanan untuk menghentikan aktivitas pembukaan lahan ilegal.

“Kita melihat DAS Walanae walaupun yang ada di Soppeng dan Wajo sudah terjadi lagi pembukaan lahan baru, inikan kelihatan di mana-mana, makanya kita akan lakukan koordinasi cepat dengan Dinas Kehutanan,” sebutnya.

Gubernur juga mengaku akan segera menyampaikan ke masing-masing daerah, agar segera dilakukan langkah pencegahan.

“Ini akan menjadi catatan penting yang akan kita sampaikan ke kehutanan dan akan kita sampaikan ke masing-masing daerah untuk betul-betul ini harus dihentikan. Kecuali memang yang sudah terbuka, ini akan kita coba rekayasa. Mungkin kita harus kembangkan tanaman-tanaman produktif yang bernilai ekonomi,”pungkasnya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini berharap hutan yang saat ini masih ada dapat dipertahankan tanpa alih fungsi lahan.

“Kita berharap hutan yang masih utuh itu kita pertahankan. Jangan lagi ada perambahan dan alih fungsi, karena kasihan setiap tahun masyarakat alami banjir,” harapnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Balai Besar Pompengan telah melakukan rekayasa dengan membuat sembilan pulau hasil pengerukan Danau Tempe. Namun, upaya ini tidak menyelesaikan persoalan banjir akibat aktivitas pembukaan lahan di tiga kabupaten yakni Soppeng, Wajo, dan Sidrap. (*)

 Komentar

 Terbaru

BERITA19 April 2026 16:31
Hadapi Ancaman El Nino, PUPR Sulbar Andalkan Galian Sedimen untuk Jaga Debit Irigasi
MAMUJU, DATAKITA.CO – Ancaman kemarau panjang yang dipicu fenomena iklim global mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provins...
MAKASSAR19 April 2026 15:58
Embarkasi Makassar Berangkatkan 43 Kloter, Kloter I Terbang ke Madinah 22 April
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menetapkan jadwal lengkap penyelenggaraan haji 2026. Jemaah calon haji (JCH)...
MAKASSAR19 April 2026 08:10
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan silaturahmi Kementerian Sosial RI, bersama pemerintah Provinsi...
OLAHRAGA18 April 2026 23:35
Dikalahkan Borneo FC, PSM Tetap di Peringkat 13 Klasemen Super League
PAREPARE, DATAKITA.CO – PSM Makassar harus tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League 2025/2026, setelah dikalahkan Borneo FC. ...