Logo Datakita.co

Galmerrya Kondorura Ajak Warga Bijak Kelola Sampah

Aditya
Aditya

Minggu, 28 Maret 2021 21:09

Anggota DPRD Makassar, Galmerrya Kondorura sosialisasikan Perda Pengelolaan Sampah, di Hotel Dalton, Minggu (28/3/2021).
Anggota DPRD Makassar, Galmerrya Kondorura sosialisasikan Perda Pengelolaan Sampah, di Hotel Dalton, Minggu (28/3/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Persoalan sampah di Kota Makassar belum tuntas. Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa saat ini telah mencapai ambang batas. Perlu ada pengelolaan sampah mulai dari masyarakat sebelum ke TPA.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Makassar Galmerrya Kondorura saat menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) Kota Makassat nomor 4 tahun 2011 tentang pengelolaan sampah di Hotel Dalton, Minggu (28/3/2021).

“Kegiatan sosialisasi ini kita ajak warga untuk bijak mengelola sampah.
Kata dia, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Sebab, sampah yang dikelola dengan sembarangan akan berdampak pada lingkungan bahkan kesehatan. Sehingga, masyarakat perlu memahami soal pengelolaan melalui Perda nomor 4 tahun 2011,” ujar Galmerrya.

“Sampah bisa menjadi sahabat kita tetapi sampah juga bisa menjadi musuh kita. Itu, jika tidak dikelola dengan baik,” tambahnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Andi Iskandar menjelaskan, ada tiga jenis sampah yang ada di masyarakat. Yakni, sampah rumah tangga, sampah sejenis rumah tangga dan sampah spesifik.

“Tujuan pengelolaan sampah yaitu, meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya,” tukas Iskandar.

Kata dia, pengelolaan sampah ini merupakan salah satu tujuan dari program Makassar Recover yang dicanangkan Danny-Fatma. Sehingga, ada nilai yang didapatkan dari program tersebut

“Sampah basah bisa di jadikan kompos dan sampah kering bisa di masukkan pada bank sampah unit untuk dijual,” jelasnya.

Sementara, Narasumber kedua, Saharuddin Ridwan mengatakan, dirinya menggambarkan kondisi TPA ke peserta sosialisasi Perda. Dimana, saat ini potensi sampah ke Manggala mencapai 1139 ton yang dihasilkan warga Makassar.

“Kita harapkan masyarakat bisa mengelola sampah dengan baik dan bisa menjadi solusi penanganan sampah di TPA,” katanya.

Kata Sahar—sapaan akrabnya, sampah yang diproduksi warga mayoritas atau 58 persen jenis sampah organik dan selebihnya anorganik. Khusus sampah organik, masyarakat diminta untuk mengelola dengan baik.

“Sampah organik bisa dikelolah karena didalamnya masih ada bernilai ekonomis,” jelasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Bupati Luwu Utara Doakan Arham Darmawan Lolos Seleksi Timnas U-16 di Jakarta
DAERAH21 April 2021 17:37
Bupati Luwu Utara Doakan Arham Darmawan Lolos Seleksi Timnas U-16 di Jakarta
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Muh. Arham Darmawan, atlet sepakbola yang lolos untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-16, akhirnya bertemu Bupati...
Beri Motivasi Peserta Diklatpim III, Abdul Hayat: Banyak Orang Kalah sebelum Bertanding
MAKASSAR21 April 2021 14:05
Beri Motivasi Peserta Diklatpim III, Abdul Hayat: Banyak Orang Kalah sebelum Bertanding
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memberikan motivasi kepada peserta Pendidikan Latihan dan Pimpinan (Dik...
Sapi di Gowa Dicuri, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
BERITA21 April 2021 13:09
Sapi di Gowa Dicuri, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
GOWA, DATAKITA.CO – Seekor sapi dilaporkan hilang dan ditemukan sudah dalam kondisi tinggal tulang belulang. Rupanya, pencuri telah menyembelih sapi...
Pemkab Gowa Dukung Pembangunan Bendungan Pamukkulu Takalar
DAERAH21 April 2021 11:06
Pemkab Gowa Dukung Pembangunan Bendungan Pamukkulu Takalar
GOWA, DATAKITA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa siap mendukung pembangunan Bendungan Pamukkulu di Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kebupa...