Logo Datakita.co

Danny Pomanto Bersama Menteri Tito dan AHY Diskusi tentang Kebijakan Pemda Terhadap Manajemen Air

Fadli
Fadli

Rabu, 22 Mei 2024 23:56

Danny Pomanto Bersama Menteri Tito dan AHY Diskusi tentang Kebijakan Pemda Terhadap Manajemen Air

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berpartisipasi dalam 10th World Water Forum (WWF) 2024 di Bali dengan tema Local and Regional Governments champion transformative action in a pivotal moment of the global political agenda.

Mendagri Tito mengatakan sesi hari ini mendiskusikan mengenai peran pemerintah daerah untuk berkontribusi dalam manajemen air.

Tito katakan, jikalau bicara tentang kerja sama antar negara maka akan mempengaruhi sistem politik yang ada di pemerintahan masing-masing.

Karena ada yang menerapkan sistem demokrasi, otoritarian, ada juga desentralisasi penuh, sentralisasi, dan lainnya sehingga akan dinamis.

Tetapi air sendiri tidak mengenal sistem itu. Makanya, saran Tito masing-masing harus membagi tugas.

“Yang penting di-treat mau jadi kawan atau lawan. Nah kita mau jadikan air kawan jadi kita bagi tugas. Peran pusat, provinsi juga kabupaten kota,” kata Tito pada sela-sela konferensi pers usai acara di Hotel BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu, (22/05/2024).

Dari pengalaman Indonesia dan pengalaman dari negara-negara lainnya, mantan Kapolri ini menuturkan perlu membuat semacam join declaration dan guidance bagi pemerintah-pemerintah daerah.

Guidance itu ada beberapa poin, mengenai masalah pendidikan, perencanaan, planning dan budgetingnya, serta isu-isu air lainnya.

Lalu air juga bukan sebagai musuh sebagaimana terjadinya bencana banjir, kekeringan dan lainnya. “Diharapkan masukkan ini jadi pertimbangan,” tuturnya.

Sementara perihal usulan adanya kelembagaan air, sebut dia, itu menjadi salah satu pertimbangan. Lantaran dirinya bukan wewenang di dalamnya.

Apalagi melihat berkembangnya jumlah penduduk dunia, sementara jumlah energi atau makanan dan air terbatas.

Sedangkan, Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan gagasan itu perlu disampaikan lebih dalam melihat dari pentingnya upaya integrasi, sinkronisasi urusan manajemen air dari tingkat pusat sampai ke tingkat paling bawah.

Apalagi, dia sebut, ini bukan yang pertama lantaran ada sejumlah negara yang terlebih dahulu mendirikan institusi seperti ini.

Olehnya bukan saja menambah badan kewenangan baru, badan air nasional atau apapun namanya diharapkan bisa menjadi wadah bagi penataan manajemen air untuk menghadapi krisis air cepat atau lambat.

“Tetapi sekali lagi saya tidak punya kewenangan hanya menyampaikan ini ke forum internasional. Bisa kita diskusikan lagi jika ada nilai baik dan positif,” ucapnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR15 Juni 2026 19:23
Bersama Menhaj RI, Walikota Sambut Jemaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyambut ke...
PEMERINTAHAN15 Juni 2026 18:10
Kepala Bapenda Makassar Sebut UMKM Tulang Punggung Daerah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Andi Asminullah, mendampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifudd...
MAKASSAR15 Juni 2026 16:47
Sambut Hari Bhayangkara, Polda Sulsel Gelar Aksi Donor dan Kumpulkan 278 Kantong Darah
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa donor darah dalam rangka men...
BERITA15 Juni 2026 15:02
Percepat Penurunan Stunting, Wabup Sidrap Resmikan Rumah Gizi dan Posyandu di Kadidi
SIDRAP, DATAKITA.CO – Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, menghadiri pemberian makanan tambahan sekaligus meresmikan Rumah Gizi ...