Logo Datakita.co

Danny Pomanto Banggakan Pertumbuhan Ekonomi 8,4 Persen, Irman YL: Masih Belum Adil untuk Warga Makassar

Aditya
Aditya

Selasa, 24 November 2020 23:37

Pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin.
Pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin.

JAKARTA, DATAKITA.CO – Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, membanggakan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang mencapai 8,4 persen, ketika ia masih menjabat sebagai Wali Kota, saat pelaksanaan Debat Publik Tahap II. Namun sang rival, Irman “None” Yasin Limpo, justru mengaku tidak senang dengan angka tersebut, akibat masih tingginya gini rasio.

None menjelaskan, pertumbuhan ekonomi 8,4 persen yang dibangga-banggakan Danny Pomanto, gini rasionya 0,4 persen. Angka tersebut tergolong tinggi, dan menandakan masih besarnya ketimpangan dalam sistem perekonomian kita.

“Artinya apa? Hanya empat persen dari total penduduk Kota Makassar yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini. Sebagai warga Makassar yang paham, saya tidak senang dengan angka ini. Kenapa? Karena pertumbuhan ekonomi kita belum adil untuk seluruh warga,” terang mantan Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini.

Menurut None, gini ratio 0,39 atau 0,4 itu memiliki tone yang negatif. Gini ratio yang normal berada di angka 0,1.

“Gini rasio 0,39 tone-nya negatif. Gini ratio itu, dengarki, lebih bagus kalau rendah. 0,1. Selebihnya itu tidak normal. Apalagi, dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi yang 8,4 persen itu. Hanya sedikit yang menikmati. Itu tidak adil,” tegasnya.

Sekedar informasi, gini ratio atau koefisien gini adalah angka yang menggambarkan derajat ketidakmerataan distribusi pendapatan atau pengeluaran penduduk suatu daerah. Koefisien gini memiliki angka dari 0 sampai 1.

Rasio gini biasanya digunakan oleh para pengambil kebijakan publik, dalam hal ini pemerintah, dalam menyelesaikan permasalahan dalam pembangunan nasional. Seperti tingkat kemiskinan dan pemerataan pembangunan. Semakin kecil angka gini ratio, semakin bagus. Nilai terkecil koefisien gini adalah 0, artinya derajat kemerataan pendapatan sudah sempurna.

Diketahui, Debat Publik Tahap II Pilwalkot Makassar yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa malam, 24 November 2020, diikuti empat paslon. Masing-masing, Moh Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi, Munafri Arifuddin – Rahman Bando, Syamsu Rizal – Fadli Ananda, dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH. (*)

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN04 Juni 2026 14:38
Rektor UNM: Tak Ada Alasan Meragukan Indonesia Sudah Swasembada Pangan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Farida Patittingi menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk meragukan capaian Ind...
PENDIDIKAN04 Juni 2026 09:24
Unhas Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Keberhasilan transformasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber ...
MAKASSAR03 Juni 2026 23:22
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Integrasikan Pengolahan Sampah dan Urban Farming
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan penguatan ketahanan pangan terus didorong Pemerintah Kota Makassar. Hal terseb...
MAKASSAR03 Juni 2026 17:54
Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang masuk melalui rekeningnya selama menjadi ...