Logo Datakita.co

Asosiasi Anti Narkoba Desak APH Usut Tuntas Kasus Wempi Wijaya

Aditya
Aditya

Rabu, 26 Juni 2024 18:09

Asosiasi Anti Narkoba Desak APH Usut Tuntas Kasus Wempi Wijaya

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Tepat pada Hari Anti Narkotika Internasional puluhan pemuda dan aktivis yang tergabung dalam Asosiasi Anti Narkoba Sulawesi Selatan kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid 2 menuntut agar supaya Wempi Wijaya yang merupakan Gembong Narkoba Lintas Negara (Sindikat Narkoba Internasional) dan merupakan orang kepercayaan Fredy Pratama (DPO Mabes Polri) di hukum semaksimal mungkin.

Mereka berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Makassar dan Kantor Kemenkumham Sulsel, Rabu (26/6/2024), menyampaikan orasi secara bergantian dengan puluhan aktivis sambil membakar ban bekas sebagai bentuk kekecewaan karna dianggap tidak serius dalam penangan kasus Wempi Wijaya (Sindikat Narkoba Internasional) yang hanya di Vonis 12 Tahun Penjara.

“Aksi unjuk rasa jilid 2 yang kami lakukan hari ini adalah tindak lanjut dari aksi yang kami lakukan pada hari selasa 11/06/2024 sebagai bentuk komitmen dan konsisten kami selaku Aktivis Sulawesi Selatan untuk mengusut tuntas kasus Narkoba,” Kata Syarif Jenderal Lapangan.

Syarif Mahasiswa Hukum UMI selaku kordinator Aksi yang merupakan putra daerah dan aktivis Sulsel dalam tuntutannya meminta agar seluruh lapisan Aparat Penegak Hukum (APH) agar mengusut tuntas kasus ini berdasarkan UU No 35 Tahun 2009.

Olehnya itu, Saya mendesak Bapak Kapolri untuk mengusut TPPU hasil kejahatan Wempi Wijaya. Mendesak Kejaksaan untuk melakukan upaya banding sampai Kasasi ke MA agar Wempi Wijaya dihukum Seberat mungkin.

“Kami mendesak MA untuk mencopot Ketua Pengadilan Makassar dan Badan Pengawasan MA untuk memeriksa Majelis Hakim yang memvovis Wempi Wijaya (gembong narkoba internasional) serta meminta kepada Menkumham RI untuk mengirim Wempi Wijaya ke Lapas Super Maximum Security,” tegas Syarif.

“Humas Pengadiln Tinggi Makassar menemui peserta aksi unjuk rasa yang menegaskan bahwa permohonan banding yang di ajukan oleh Kejaksaan Tinggi SulSel yang saat ini sudah mengkaji memori banding yang telah di ajukan dan akan diputuskan paling lambat agustus mendatang,” tambahnya.

Tak hanya itu, massa aksi membentangkan spanduk yang berukuran panjang dan terdapat Foto Yasonna Laoly (Menteri Hukum dan Ham) dan Wempi Wijaya (Gembong Narkoba Internasional) yang di kali merah sebagai tanda mosi tidak percaya karena diduga mengendalikan Rutan Kelas 1A Makassar dan menduga mendapatkan perlakuan khusus.

Peserta aksi sempat bersitegang dengan aparat kepolisian yang pengamanan karna massa aksi yang membakar puluhan ban bekas sebagai bentuk kekecewaan di depan kantor Kemenkumham Sulsel.

Tak berselang lama peserta aksi kembali diterimah oleh Surianto Kadiv Keamanan Kemenkunham SulSel dan beberapa pegawai yang menerima tuntutan serta akan mengatensi dan menindak lanjuti tuntutan.

“Aksi kami hari adalah aksi jilid 2 dan kami tegaskan bahwa kami akan kembali menggelar aksi yang berjilid dan massa yang lebih besar apabila tuntutan kami ini tidak dipenuhi,” tutup Syarif selaku kordinator aksi. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR23 Juli 2024 19:49
Festival F8 Makassar Jadi Trending Topic Nasional
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Makassar Eight Festival & Forum 2024 jadi trending topic nasional. Pencarian mengenai F8 terutama di media sosial In...
DAERAH23 Juli 2024 17:29
1.232 PPPK Terima SPMT, Indah Minta Disiplin dan Berintegritas
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Sebanyak 1.232 PPPK Tahun Anggaran 2023 resmi menerima Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) dari Bupati Luwu Utara...
MAKASSAR23 Juli 2024 14:12
PIN Polio 2024 di Sulsel Sasar 1,2 Juta Anak
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2024 Tingkat Provinsi Sulsel dilaksanakan hari ini, Selasa, 23 Ju...
MAKASSAR23 Juli 2024 11:11
DP3A Makassar Optimalkan Program ‘Jagai Anakta’ Lewat Berbagai Layanan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Makassar telah berhasil mengoptimalkan berbagai program untuk mendukun...