Logo Datakita.co

17 Persen Warga Indonesia Mengaku Tak Mungkin Terpapar Corona, BNPB: Ini Tantangan Berat

Fadli
Fadli

Selasa, 13 Oktober 2020 18:11

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo. (int)
Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo. (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat 17 persen warga negara Indonesia yang merasa tidak mungkin terpapar COVID-19 sehingga program sosialisasi terkait penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19 itu harus lebih dimaksimalkan.

“Ini sebuah tantangan yang berat bagi kita untuk menyampaikan kepada kita semua, kepada masyarakat bahwa ancaman COVID-19 ada di sekitar kita,” kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam rangka puncak peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana 2020 secara virtual yang dipantau di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Bahkan, kata dia, keberadaan ancaman tersebut lazimnya menulari mereka yang rata-rata merupakan orang tanpa gejala atau orang yang sudah positif COVID-19 namun tidak menunjukkan gejala apapun.

Doni Monardo mengatakan keberadaan orang tanpa gejala pada hakikatnya lebih berbahaya dibandingkan pasien positif COVID-19 yang terlihat sakit ataupun dirawat di rumah sakit.

“Kita pasti waspada dan menghindari jika orang yang positif COVID-19 menunjukkan gejala baik itu batuk, pilek atau bersin. Bahkan bagi yang sudah dirawat di rumah sakit tidak boleh dibesuk,” katanya, dikutip dari Antara.

Namun hal itu berbeda dengan pasien positif COVID-19 yang merupakan orang tanpa gejala. Menurutnya, kelompok tersebut adalah “silent killer” atau pembunuh potensial.

Apalagi, saat orang tanpa gejala pulang ke rumah mereka masing-masing dan bertemu dengan orang-orang yang dicintai tanpa mereka tahu sudah positif COVID-19.

Hal itu lantas dapat menulari kelompok rentan yang ada di rumah baik itu lanjut usia atau orang dengan penyakit penyerta misalnya hipertensi, diabetes, jantung, paru-paru, ginjal dan sebagainya.

“Ketika kelompok ini terpapar, maka konsekuensinya bisa sangat berbahaya jika tidak segera dilakukan perawatan,” katanya.

Secara umum, seorang positif COVID-19 dengan gejala ringan relatif bisa sembuh 100 persen. Sedangkan untuk gejala sedang, angka kematian bisa mencapai 2,6 persen dan gejala berat angka kematian dapat mencapai lima hingga enam persen.

Namun, untuk pasien COVID-19 yang memiliki gejala kritis, kata dia, sudah menimbulkan angka kematian yang besar yakni 67,5 persen.

Oleh karena itu, tidak boleh membiarkan mereka yang terpapar COVID-19 dengan gejala ringan menjadi bergejala sedang. Dengan kata lain, harus dilakukan langkah-langkah lebih awal termasuk adanya upaya pemeriksaan secara rutin terutama bagi mereka yang rentan.

“Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyiapkan fasilitas pemeriksaan swab PCR di seluruh wilayah. Kemudian pemerataan juga akan tetap kita lakukan sebagaimana yang sudah digariskan WHO yakni satu penduduk per 1.000 orang penduduk per minggu,” demikian Doni Monardo. (*)

 Komentar

 Terbaru

BERITA19 April 2026 16:31
Hadapi Ancaman El Nino, PUPR Sulbar Andalkan Galian Sedimen untuk Jaga Debit Irigasi
MAMUJU, DATAKITA.CO – Ancaman kemarau panjang yang dipicu fenomena iklim global mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provins...
MAKASSAR19 April 2026 15:58
Embarkasi Makassar Berangkatkan 43 Kloter, Kloter I Terbang ke Madinah 22 April
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menetapkan jadwal lengkap penyelenggaraan haji 2026. Jemaah calon haji (JCH)...
MAKASSAR19 April 2026 08:10
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan silaturahmi Kementerian Sosial RI, bersama pemerintah Provinsi...
OLAHRAGA18 April 2026 23:35
Dikalahkan Borneo FC, PSM Tetap di Peringkat 13 Klasemen Super League
PAREPARE, DATAKITA.CO – PSM Makassar harus tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League 2025/2026, setelah dikalahkan Borneo FC. ...