Logo Datakita.co

Yuk, Tengok Kreasi Kerajinan Anyaman Daun Lontar di Desa Sanjai

Fadli
Fadli

Selasa, 30 Maret 2021 17:08

Yuk, Tengok Kreasi Kerajinan Anyaman Daun Lontar di Desa Sanjai

SINJAI, DATAKITA.CO – Sebagai salah satu kerajinan tradisional, anyaman sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Selain bahannya alami, produk turunan dari anyaman juga sangat banyak, semisal tikar, keranjang, tas, dan lain-lain.

Di beberapa daerah di tanah air, kemampuan menganyam sudah diajarkan secara turun-temurun.

Di Dusun Bisokeng, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, seorang wanita paruh baya memiliki kemahiran dalam anyam-menganyam daun lontar.

Muli, Ketua Kelompok Usaha Anyaman Daun Lontar, saat ditemui Selasa (30/03/21) mengungkapkan, bahwa usaha ini sudah digeluti sekitar delapan tahun.

Melalui sentuhan kreatifitas produksi kerajinan anyaman daun lontar telah mendorong kaum perempuan yang tidak memiliki aktivitas di desa tersebut membuat berbagai produk dari anyaman daun lontar.

Muli menceritakan proses dari mengmbil daun lontar hingga dibuat menjadi kreasi kerajinan anyaman.

Menurutnya, daun lontar yang telah diambil dari pohonnya terlebih dahulu dikeringkan, kemudian lidinya dibuang. Selanjutnya dianyam sesuai dengan produk yang akan dihasilkan.

Dari hasil anyaman lontar ini berbagai produk anyaman telah dihasilkan seperti, tempat tisu, keranjang tempat toples, tempat air mineral hingga aneka bentuk tas. Harganya pun beragam mulai dari harga Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per buah.

Hingga kini pihaknya telah mempekerjakan sebanyak 10 orang untuk membuat berbagai jenis hasil kerajinan dari daun lontar.

“Dalam sehari itu biasanya setiap ibu-ibu menghasilkan dua buah hasil kerajinan,” jelasnya.

Untuk pemasarannya, kata Muli, selain memanfaatkan sosial media, pihaknya sangat terbantu dengan instansi terkait dalam hal ini Disparbud Sinjai yang memasarkan produk anyaman lontar ini.

“Pasarannya sudah sampai ke Makassar hingga Bali. Biasanya kami juga menerima pesanan dari Disparbud Sinjai 100-150 buah, bahkan kami pernah menerima pesananan sebanyak 1000 buah dan itu kami kerjakan selama dua bulan,” tandasnya.

Meski demikian, pihaknya masih membutuhkan sentuhan agar anyaman yang dihasilkan ini lebih menarik lagi.

Karena itu, pihaknya mengharapkan adanya bantuan mesin jahit hingga cat pewarna.

 Komentar

 Terbaru

Reses di Dua Lokasi, Ari Ashari Ilham Dicurhati Soal Jembatan hingga Bansos
MAKASSAR21 April 2021 22:08
Reses di Dua Lokasi, Ari Ashari Ilham Dicurhati Soal Jembatan hingga Bansos
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham melaksanakan kegiatan Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun Anggaran 2020-202...
ASN Gowa Dilarang Mudik Lebaran, Wabup: Jangan Coba-coba Melanggar
DAERAH21 April 2021 19:41
ASN Gowa Dilarang Mudik Lebaran, Wabup: Jangan Coba-coba Melanggar
GOWA, DATAKITA.CO – Seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa diminta untuk tidak mudik lebaran tahun ini. ...
Bupati Luwu Utara Doakan Arham Darmawan Lolos Seleksi Timnas U-16 di Jakarta
DAERAH21 April 2021 17:37
Bupati Luwu Utara Doakan Arham Darmawan Lolos Seleksi Timnas U-16 di Jakarta
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Muh. Arham Darmawan, atlet sepakbola yang lolos untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-16, akhirnya bertemu Bupati...
Beri Motivasi Peserta Diklatpim III, Abdul Hayat: Banyak Orang Kalah sebelum Bertanding
MAKASSAR21 April 2021 14:05
Beri Motivasi Peserta Diklatpim III, Abdul Hayat: Banyak Orang Kalah sebelum Bertanding
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memberikan motivasi kepada peserta Pendidikan Latihan dan Pimpinan (Dik...