MAKASSAR, DATAKITA.CO – Yayasan Hadji Kalla melalui Lembaga Amil Zakatnya menyalurkan bantuan bagi 130 Kepala Keluarga (KK) terdampak dari 19 titik kebakaran di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Lewat program Cash Voucher, program ini memungkinkan para penyintas untuk menentukan sendiri kebutuhan prioritas mereka pasca peristiwa kebakaran yang menghancurkan tempat tinggal dan harta benda.
Humanity and Environment Care Program Manager Yayasan Hadji Kalla, Sapril Akhmady mengungkapkan, distribusi bantuan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Baca Juga :
“Hingga akhir Juli, sebanyak 93 dari 130 paket bantuan telah didistribusikan secara langsung ke para penerima, sementara 107 paket dalam proses penyaluran,” ucapnya, Jumat (25/7/2025).
Sapril menjelaskan, bantuan cash voucher terbukti memberikan fleksibilitas yang lebih besar dibanding bantuan barang, dengan mengurangi risiko ketidaksesuaian kebutuhan, duplikasi bantuan, serta mempercepat proses pemulihan.
“Para penyintas dapat menggunakan voucher ini untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak, seperti pakaian, alat memasak, perlengkapan anak, hingga peralatan kerja sederhana yang mendukung keberlangsungan hidup sehari-hari mereka,” ungkapnya.
Model distribusi ini dinilai mampu menjangkau penyintas dengan lebih cepat dan lebih bermartabat, serta mendorong pemulihan ekonomi keluarga secara langsung tanpa ketergantungan pada pihak penyalur.
Selain aspek teknis, pendekatan ini juga memulihkan sisi psikososial masyarakat yang terdampak. Memberikan kebebasan bagi para korban untuk memilih kebutuhan mereka bukan hanya soal pemberian bantuan, tetapi juga upaya mengembalikan kendali dan rasa percaya diri mereka dalam situasi krisis.
Penerapan metode ini didukung dengan proses pendataan berbasis verifikasi lapangan, kolaborasi dengan aparat kelurahan dan tokoh masyarakat, serta pengawasan akuntabel dari tim keuangan dan relawan. Distribusi dilakukan dengan memperhatikan kecepatan dan integritas. Menjadikan program ini tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif terhadap konteks lokal dan ragam kebutuhan warga.
“Yayasan Hadji Kalla menyadari bahwa kebakaran pemukiman merupakan salah satu bentuk bencana sosial yang memiliki dampak luas terhadap kehidupan keluarga berpenghasilan rendah di kawasan padat penduduk. Oleh karena itu, model intervensi yang digunakan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga strategis sebagai jaring pengaman sosial yang mendukung daya tahan masyarakat miskin kota dalam menghadapi risiko serupa di masa depan,” ujar Sapril.
Program ini merupakan bagian dari pilar Kemanusiaan dan Lingkungan Yayasan Hadji Kalla yang menempatkan nilai keadilan sosial dan keberlanjutan sebagai prinsip utama.
Ke depan, Yayasan Hadji Kalla akan terus memperkuat kapasitas respon bencana non-alam, memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat sipil, serta memastikan bahwa setiap bantuan menjangkau yang membutuhkan pada waktu yang tepat dan cara yang paling bermakna.








Komentar