Logo Datakita.co

Usut Penemuan Seaglider di Selayar, KSAL Beri Batas Waktu Sebulan

Fadli
Fadli

Senin, 04 Januari 2021 14:25

Benda yang ditemukan di Selayar oleh nelayan yang disebut sebagai seaglider. (int)
Benda yang ditemukan di Selayar oleh nelayan yang disebut sebagai seaglider. (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberi tenggat waktu satu bulan kepada Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) untuk meneliti Seaglider atau diduga drone laut yang ditemukan seorang nelayan di wilayah perairan Selayar, Sulawesi Selatan pada 26 Desember 2020.

Yudo menyebut Pushidrosal bisa bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi hingga Kementerian Pertahanan untuk mengetahui asal Seaglider dan kegunaan alat yang bisa memantau keadaan bawah laut itu.

“Saya beri waktu satu bulan Pak Kapushidros untuk bisa menentukan atau membuka hasilnya biar ada kepastian,” kata Yudo saat menyampaikan konferensi pers di Gedung Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Senin (4/1), dikutip dari CNN Indonesia.

Saat ini Yudo mengaku belum bisa memastikan asal mula Seaglider itu. Apalagi, kata Yudo, dalam tubuh alat tersebut juga tidak terdeteksi tulisan apapun yang bisa menentukan negara asal peralatan bawah laut itu.

“Jadi tidak ada tulisan apapun di sini. Kita tidak rekayasa bahwa yang kita temukan seperti itu, masih persis seperti yang ditemukan nelayan tersebut kita bawa ke sini,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, belum ada negara manapun yang mengklaim atas kepemilikan Seaglider tersebut setelah hampir satu bulan penemuan.

Pihaknya akan segera melaporkan temuan tersebut ke Kementerian Luar Negeri agar dapat dikomunikasikan ke negara-negara yang memang diketahui mengoperasikan dan menggunakan alat tersebut.

“Sampai saat ini juga tidak ada negara yang mengklaim ini punya siapa. Sehingga nanti akan kita laporkan melalui Kementerian Luar Negeri untuk penemuan ini,” tuturnya.

Yudo sendiri mengaku belum berkomunikasi dengan negara-negara pengoperasi alat tersebut. Namun mestinya, kata Yudo, dengan banyaknya publikasi dari media sudah ada negara yang merasa memiliki alat yang ditemukan mengapung di wilayah teritori Indonesia.

“Saya yakin negara lain sudah tahu itu punya siapa dan sebagainya, pasti sudah nyampe ke negara yang memiliki peralatan seperti ini,” kata dia.

“Tentunya nanti kita tunggu, apakah ada melalui Kemlu yang mengklaim ini,” sambungnya.

Sebelumnya, seorang nelayan Indonesia menemukan benda diduga drone di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan akhir Desember 2020 lalu.

 Komentar

 Terbaru

Bupati Indah Akan Dilantik di Barisan Pertama
DAERAH24 Februari 2021 22:53
Bupati Indah Akan Dilantik di Barisan Pertama
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pelantikan Kepala Daerah Terpilih hasil Pilkada Serentak 2020 akhirnya resmi dirilis Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi...
Kejari Lutra Bongkar Dugaan Korupsi Padat Karya, Tiga Tersangka Ditahan
BERITA24 Februari 2021 21:49
Kejari Lutra Bongkar Dugaan Korupsi Padat Karya, Tiga Tersangka Ditahan
MASSAMBA, DATAKITA.CO – Tim penyidik Kejaksaan Negeri Luwu Utara di Masamba, membongkar dugaan korupsi dana bantuan padat karya produktif infras...
Kabareskrim: Penyidik Langgar Pedoman Kapolri soal UU ITE akan Dihukum
BERITA24 Februari 2021 21:25
Kabareskrim: Penyidik Langgar Pedoman Kapolri soal UU ITE akan Dihukum
JAKARTA, DATAKITA.CO – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpesan kepada Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto agar penegakan hukum terkait ...
Lutra Dapat 1.517 Dosis Vaksin Tahap Kedua, Ini Sebarannya di Tiap Instansi
DAERAH24 Februari 2021 19:57
Lutra Dapat 1.517 Dosis Vaksin Tahap Kedua, Ini Sebarannya di Tiap Instansi
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan secara resmi mengeluarkan daftar alokasi distribusi vaksin Covid-19...