Logo Datakita.co

Unhas Kembali Kukuhkan Tiga Guru Besar, Rektor: Tingkatan Kualitas Mutu Pendidikan

Fadli
Fadli

Rabu, 19 Juli 2023 11:27

Unhas Kembali Kukuhkan Tiga Guru Besar, Rektor: Tingkatan Kualitas Mutu Pendidikan

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menyelenggarakan Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas dalam rangka upacara Penerimaan Jabatan Profesor Bidang Ilmu Pembelajaran Bahasa Berbantuan Komputer Fakultas Ilmu Budaya, Ilmu Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan, dan Ilmu Fisioterapi Fakultas Keperawatan.

Pengukuhan di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas, Selasa (18/7/2023).

Proses pengukuhan dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan, serta keluarga besar dari profesor yang dikukuhkan.

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan selamat kepada ketiga profesor yang telah dikukuhkan. Penambahan guru besar Unhas merupakan pencapaian dan kebanggaan dalam menunjukkan peningkatan kapasitas dan kualitas pembelajaran.

“Sehingga Unhas tetap berada pada posisi dengan jumlah profesor terbanyak. Diharapkan menjadi motivasi dan membuktikan Unhas pada sebagai salah satu kampus terbaik,” katanya.

Menurutnya, penambahan guru besar pada berbagai bidang ilmu ini menjadi pencapaian terbaik bagi proses akademik. Diharapkan dapat terus menghasilkan karya terbaik pada bidang keilmuan masing-masing.

“Tentu berguna bagi peningkatan kualitas mutu pendidikan dalam mencetak lulusan atau alumni yang berkompten dan siap berkontribusi bagi kehidupan masyarakat,” jelas Prof Jamaluddin Jompa.

Adapun tiga profesor baru yang dikukuhkan adalah: Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S.,M.App.Ling, Profesor dalam Bidang Ilmu Pembelajaran Bahasa Berbantuan Komputer Fakultas Ilmu Budaya, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 472.

Dia menyampaikan pidato pengukuhannya berjudul “Computer Assisted Language Learning (call), Model Media Pembelajaran Bahasa Masa Kini dan Nanti”. Dijelaskan bahwa teknologi mutakhir telah menciptakan banyak peluang untuk membuat media pembelajaran berbasis komputer.

CALL adalah instrumen model media inovatif untuk membantu pembelajar bahasa berbantuan komputer dengan menggunakan pendekatan atau metode dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa yang menggunakan komputer sebagai alat bantu.

Kedua, Prof. Dr. Ariyanti Saleh, S.Kp. M.Si, Profesor dalam Bidang Ilmu Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-473.

Memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Dukungan Psikososialspiritual: Kontribusi Penting Keperawatan dalam meningkatkan Kualitas Hidup Klien dengan Penyakit Katastropik”.

Dijelaskan bahwa perawat memandang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosiokultural dan spritual yang berespon secara holistik dan unik terhadap perubahan kesehatan yang dialaminya.

Penyakit katastropik merupakan penyakit yang berkepanjangan, bersifat menetap dan jarang sembuh sempurna, sehingga mengakibatkan ketidakmampuan klien dalam berbagai aspek, dan untuk menyembuhkannya diperlukan perawatan dalam periode waktu yang lama (lubkn & Larsen, 2006).

“Perawat mendampingi klien di setiap fase penyakit katastropik yang dialami, dalam kondisi paliatif dukungan psikososial-spritual sangat dibutuhkan untuk tetap mampu beradaptasi dengan kondisinya dan akan menjadikan kualitas hidup klien lebih baik,” jelas Prof. Aryani.

Ketiga, Prof. Djohan Aras, S.Ft.,Physio.,M.Pd.,M.Kes, Profesor dalam Bidang Ilmu Fisioterapi Fakultas Keperawatan, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-474.

Dia dikukuhkan sebagai profesor pertama Indonesia dalam bidang Ilmu Fisioterapi Fakultas Keperawatan. Penelitiannya yang dilakukan berjudul “Peran Pendidikan Fisioterapi terhadap Kualitas Pelayanan Fisioterapi Melalui Metode Teknik Modifikasi Fisioterapi”.

Di awal pidatonya dijelaskan, bahwa sosialisasi profesi Fisioterapi dan pemahaman kompetensi Fisioterapi di berbagai level masyarakat masih sangat kurang, bahkan masih banyak profesi kesehatan lainnya.

Kemampuan Fisioterapi melakukan modifikasi metode teknik Fisioterapi sangat diharapkan agar Fisioterapis dapat mengatasi multi Patokinesiologi berupa gangguan fungsi gerak tubuh, meningkatkan kulitas era IPE dan IPC antar profesi kesehatan di pelayanan.

Sekaligus Fisioterapis Indoensia mampu bersaing dengan kehadiran Fisioterapis dari luar negeri yang menurut kami cara yang paling efektif adalah Pendidikan Spesialis Fisioterapi,” jelas Prof. Djohan.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa manfaat langsung modifikasi metode/teknik Fisioterapis berbasis RIset Kilink mampu memperpendek antrian dan frekuensi terapi, pasien dinyatakan sembuh gerak fungsi tubuh.

 Komentar

 Terbaru

OLAHRAGA22 Juli 2024 10:01
PSM vs Persis di Piala Presiden Hari Ini, Bernardo Tavares Akan Mainkan Pemain Asing Baru
BANDUNG, DATAKITA.CO – PSM Makassar pada pertandingan perdana Piala Presiden 2024 harus menelan kekalahan dari tim tuan rumah Persib Bandung den...
MAKASSAR21 Juli 2024 23:56
Adnan Dilantik Kembali Jadi Ketua PMI Sulsel, JK Minta Bekerja dengan Cepat
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Setelah kembali terpilih memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2023-2028 beberapa wakt...
POLITIK21 Juli 2024 21:14
Imam Musakkar Ingin Semua Anak di Makassar Cerdas Melalui Pendidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Imam Musakkar menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 20...
POLITIK21 Juli 2024 17:58
Demokrat Serahkan Rekomendasi ke ASS-Fatma, Buka Jalan Bentuk Koalisi Gemuk di Pilgub Sulsel
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Partai Demokrat resmi mengusung pasangan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma) pada Pemilihan Gubernur (Pil...