Logo Datakita.co

Tolak UU Omnibus Law, Petugas dan Mahasiswa di Palopo Luka-Luka

Aditya
Aditya

Jumat, 09 Oktober 2020 00:06

Aliansi Mahasiswa seluruh kota palopo melakukan aksi menolak UU Omnibus Law di Depan Kantor DPRD Kota Palopo, Kamis (08/10/2020)
Aliansi Mahasiswa seluruh kota palopo melakukan aksi menolak UU Omnibus Law di Depan Kantor DPRD Kota Palopo, Kamis (08/10/2020)

PALOPO, DATAKITA.CO – Aksi Demonstrasi Penolakan UU Omnibus Law di Depan Kantor Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo, Kamis (08/10/2020), berakhir Ricuh. Aliansi Mahasiswa seluruh kota palopo yang bergabung Aliansi Peduli Indonesia (API) menyuarahkan tuntuntan penolakan UU Omnibus Law yang baru-baru ini disahkan oleh pemerintah Pusat.

Jendral Lapangan (Jenlap) API Kota Palopo, Muhaimin Ilyas, dalam orasinya menegaskan bahwa API masih konsisten menolak UU Ommibus low. “Kami dari Aliansi Peduli Indonesia, menolak dan menuntut pencabutan serta membatalkan UU Omnibus low,” tegasnya.

Pengesahan UU Omnibus Law merupakan kebijakan cukup kontra terhadap masyarakat. “Terkait dengan persoalan ini, ada 11 klaster yang disahkan 5 oktober salah satunya cipta kerja, pembahasan Cipta karya ini sangat merugikan masyarakat,” terang Ilyas dalam orasinya.

Dalam aksi di depan kantor DPRD Palopo, terlihat petugas keamanan mencoba menghalau massa dengan menurunkan kendaraan taktis yaitu Water Cannon namun tidak berhasil.

Massa juga berhasil menorobos paksa pagar kawat duri yang dipasang sepanjang jalan depan kantor DPRD Palopo, sehingga aksi saling serang antara massa dan petugas tak bisa terelakkan.

Bahkan, petugas pengamanan menembahkan gas air mata, namun massa tetap melempari kantor DPRD Palopo, akibatnya sejumlah kaca jendela, plang kantor rusak, lampu dan pagar.

Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas mengatakan ada empat kendaraan roda dua yang dibakar massa dalam aksi unjuk rasa ini.

“Ada empat unit kendaraan roda dua yang dibakar massa, 1 unit adalah kendaraan Dinas Polisi dan tiga lainnya masih diselidiki dan diidentifikasi,” kata Alfian saat dikonfirmasi di lokasi, Kamis (08/10/2020) petang.

Alfian menyebutkan dalam aksi unjuk rasa mahasiswa sejumlah petugas dan mahasiswa mengalami luka-luka.

“Ada beberapa petugas dan mahasiswa yang kena lemparan batu dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, semoga tidak mengalami hal yang parah,” ucap Alfian. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR14 Juni 2024 14:59
Bantuan Pangan Beras Sasar 45.904 KPM di Makassar
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sebanyak 45.904 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Makassar mendapatkan Bantuan Pangan Beras Pemerintah Pusat melalui Ba...
OLAHRAGA14 Juni 2024 10:56
Berada di Grup F, Indonesia Tuan Rumah Babak Kualifikasi Piala Asia U-20
JAKARTA, DATAKITA.CO – Indonesia menjadi tuan rumah dari babak kualifikasi Piala Asia U-20 2025 dan berada di grup F bersama dengan Yaman, Timor...
POLITIK13 Juni 2024 23:05
Pilgub Sulsel: Sudah Kantongi 3 Surat Tugas, IAS Mendaftar di PSI
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mendaftar di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Suls...
DAERAH13 Juni 2024 17:08
Sirkuit Titik Nol Segera Hadir di Tanjung Bira
BULUKUMBA, DATAKITA.CO – Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga tahun anggaran 2024 akan melakukan pembangu...