Logo Datakita.co

Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Kota Makassar

Fadli
Fadli

Rabu, 15 Desember 2021 21:53

Walikota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.
Walikota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) makassar menggelar rapat koordinasi (rakor) forum pimpinan daerah (Forkopimda).

Rapat digelar di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Rabu (15/12/2021).

Seusai rapat, Walikota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, memastikan tidak ada perayaan tahun baru di ruang-ruang publik.

Danny mengimbau masyarakat agar merayakan tahun baru di rumah saja.

“Kesimpulannya adalah tidak ada perayaan tahun baru di Kota Makassar. Kami mengimbau perayaan tahun baru di rumah masing-masing dengan keluarga,” tegas Danny.

Selain itu, sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan keramaian juga bakal diperketat dengan pengawasan dari aparat untuk periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Walikota menjelaskan, langkah itu ditempuh berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya yang terjadi lonjakan kasus pasca Nataru.

“Kami tidak mau lengah. Kami tidak mau kebobolan soal kerumunan seperti tahun lalu,” jelas dia.

Sementara itu Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana mengatakan, pihaknya bakal melakukan operasi lilin.

Rekayasa lalu lintas bakal diterapkan di sejumlah ruas jalan. Bentuknya bisa berupa penyekatan ataupun penutupan arus. Salah satu yang jadi titik fokus adalah sepanjang jalan Metro Tanjung Bunga hingga Jalan Penghibur.

“Ini agar mencegah masyarakat untuk datang dan berkerumum di titik rawan. Beberapa di antaranya di CPI, sepanjang Tanjung Bunga masuk ke CPI, kemudian masuk ke Penghibur sampai Rotterdam. Kami akan lakukan rekayasa sehingga tidak ada masyarakat yang datang ke strong point ini,” jelas Kapolrestabes.

Beberapa jalan protokol yang dianggap berpotensi menjadi titik kumpul juga tidak luput dari pengawasan ketat, seperti di Jalan Urip Sumoharjo dan A. P. Pettarani.

“Jadi di pusat kota ini kami akan lakukan rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Rencananya, 1.200 personel dari berbagai unsur akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan. “Baik dari unsur Polri, teman-teman Polda, TNI, Pemkot, BPBD, dan Damkar, kami akan terjunkan. Kami akan bubarkan kerumunan,” tegasnya.

Tak berhenti sampai di situ, perayaan kembang api dan petasan juga dilarang. Masyarakat yang kedapatan menjual ataupun menggunakan petasan maupun kembang api akan ditindak sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kami akan lakukan operasi cipta kondisi untuk gangguan penyakit masyarakat termasuk petasan, kami akan tindak sesuai UU yang berlaku,” tambahnya.

 Komentar

 Terbaru

BERITA20 April 2026 22:49
Kemenhaj Kerahkan 23 Dapur di Madinah untuk Layani Jemaah Haji, Siapkan Citarasa Khas Indonesia
JAKARTA, DATAKITA.CO – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah ...
DAERAH20 April 2026 18:31
Pemkab Gowa Kolaborasi Lintas Sektor Berhasil Bedah Ratusan Rumah Keluarga Miskin Ekstrem
GOWA, DATAKITA.CO – Pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dibawah kepemimpinan ...
PEMERINTAHAN20 April 2026 18:17
Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
BANDUNG, DATAKITA.CO – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang agar lulusan ...
MAKASSAR20 April 2026 12:04
Fokus Kebersihan, Kecamatan Manggala Sasar Titik Rawan Hingga Perbatasan Gowa
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kota Makassar, Kecamatan Manggala terus mengintensifkan upaya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian da...