Logo Datakita.co

Terlambat Dimakamkan, Jenazah Pasien COVID Membusuk di Rumah Sakit

Fadli
Fadli

Rabu, 28 Juli 2021 10:43

ilustrasi: dtk
ilustrasi: dtk

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Akibat terlambat dimakamkan, jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar kondisinya sempat membusuk.

Walikota Makassar Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyebut jenazah pasien COVID-19 yang membusuk di RSUD Daya tertahan hingga 2 hari. Tak hanya itu, Danny juga menemukan ada jenazah COVID-19 yang tertahan di rumah sakit lain.

Danny menjelaskan bahwa kasus jenazah pasien COVID-19 membusuk di RSUD Daya awalnya meninggal di rumahnya. Pihak RSUD Daya selanjutnya melakukan penjemputan untuk membantu melakukan pemulasaraan jenazah.

“Kan meninggal di rumah, kita jemput di rumah kita bantulah pemulasaraannya di Rumah Sakit Daya, begitu habis dimandikan apa semua kan ada pemandi khusus untuk COVID maka dibungkus lah kain kafan dan dibungkus plastik,” jelasnya, Selasa (27/7/2021) malam.

Walikota menegaskan pihaknya hanya bisa melakukan pemulasaraan jenazah pasien COVID-19 hingga siap dimakamkan. Pihaknya tidak bisa melakukan pemakaman, karena kewenangan itu ada di Satgas COVID-19 Sulsel, di mana tim Satgas COVID-19 Sulsel akan menjemput jenazah yang sudah disiapkan tim Satgas COVID-19 Makassar.

Menurutnya, total ada tiga jenazah pasien COVID-19 di RSUD Daya; 2 jenazah diangkut dalam masa 24 jam, sementara 1 jenazah lainnya baru diangkut setelah nyaris 48 jam.

“(Total) 3 di RSUD Daya diangkut dua dalam 24 jam, yang satunya itu lewat 24 jam jadi sudah busuk,” tutur Danny.

“Saya juga sudah miris ini kejadian karena ini kan masalah orang meninggal,” katanya.

Namun persoalan serupa ternyata tidak hanya terjadi di RSUD Daya. Danny juga mengaku sempat menerima laporan ada jenazah tertahan di RS Stella Maris.

Sementara itu, Satgas COVID-19 Sulsel yang menangani penjemputan dan pemakaman jenazah turut menanggapi keluhan keterlambatan itu. Pihak Satgas COVID-19 Sulsel mengatakan timnya kewalahan.

“Tim Satgas COVID-19 Provinsi kewalahan karena harus melayani tujuh rumah sakit milik Pemprov Sulsel, ditambah rumah sakit swasta yang ada di Makassar,” ujar Koordinator Posko Satgas COVID-19 Sulsel, dr Arman Bausat, dalam keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021).

Menurut Arman, timnya sudah bekerja secara maksimal. Namun tingkat kematian akibat COVID-19 belakangan ini cukup tinggi.

Dia juga menjelaskan soal peristiwa jenazah COVID-19 tertahan selama 24 jam di RSUD Daya pada Sabtu (24/7) lalu. Dia mengatakan tim Satgas COVID-19 Sulsel tengah mengurus 21 jenazah pasien COVID-19 di waktu yang sama.

“Satu jenazah itu butuh waktu sekitar 2 jam dan hari ini kami mengurus sembilan kematian,” jelasnya.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR19 April 2026 08:10
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan silaturahmi Kementerian Sosial RI, bersama pemerintah Provinsi...
OLAHRAGA18 April 2026 23:35
Dikalahkan Borneo FC, PSM Tetap di Peringkat 13 Klasemen Super League
PAREPARE, DATAKITA.CO – PSM Makassar harus tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League 2025/2026, setelah dikalahkan Borneo FC. ...
MAKASSAR18 April 2026 20:45
Waspada! Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut untuk Penipuan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Wakil Walikota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap marakn...
OLAHRAGA18 April 2026 14:19
Usung Semangat Siri’ Na Pacce, PSM Siap Hadapi Borneo FC Malam Ini
PAREPARE, DATAKITA.CO – Konsistensi Borneo FC Samarinda bakal menjadi tantangan besar bagi PSM Makassar pada duel pekan ke-28 BRI Super League 2...